+
    HOMEAcehPerempuan belum Berperan Maksimal

    Perempuan belum Berperan Maksimal

    LHOKSEUMAWE/BEURITA.Com-Perempuan belum terlibat secara maksimal dibidang politik, hukum, sosial dan ekonomi karena ruang yang tersedia belum dimanfaatkan secara optimal serta masih ada stigma kaum hawa tidak boleh mendapat posisi penting. Kemudian kampanye tentang pentingnya keterlibatan perempuan masih minim dilakukan dan cendrung menggunakan jargon perempuan lebih baik berada di rumah sebagai ibu rumah tangga dan mengurus anak-anak. Pendapat ini mengemuka dalam sosialisasi peningkatan Partisipasi Perempuan Di Bidang Politik, Hukum, Sosial dan Ekonomi yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Senin (24/11/2025) di Aula DP3AP2KB Lhokseumawe.

    Pemateri dalam kegiatan tersebut dosen Fakultas Ekonomi Unimal Dr Mariyudi SE MM dan Kadis DP3P2KB Lhokseumawe Salahuddin S.ST MSM. Peserta pada hari itu terdiri dari pengurus Partai Politik, Aktivis Perempuan dan ulama.

    Baca juga:Kadis DP3AP2KB Lhokseumawe Apresiasi Sukses HAN 2025

    Kepala DP3AP2KB Salahuddin mengatakan, pemberdayaan perempuan suatu hal yang mesti dilakukan. Perempuan bisa berpartisipasi dibidang politik, hukum, sosial dan ekonomi. Dalam bidang ekonomi sangat terlihat peran yang dimainkan oleh perempuan terutama dalam pengembangan UMKM. “Forum ini bagian dari untuk edukasi kaum perempuan Lhokseumawe supaya bisa menduduki jabatan strategis,” katanya.

    Baca Juga

    Sementara itu Dr Mariyudi menjelaskan secara rinci peran ekonomi yang bisa dimainkan perempuan. Ia menyampaikan beberapa kajian terkait keterlibatan perempuan yang sangat penting dalam pengambilan kebijakan. Misalnya dibidang politik terutama di Pemko Lhokseumawe peran perempuan sangat penting. Pembahasan qanun kawasan tanpa rokok, perlindungan anak sangat dibutuhkan partisipasi kaum perempuan, ujar staf ahli DPRK Lhokseumawe ini.

    Ketelitian ujar laki-laki kelahiran Takengon ini menjadi kelebihan kaum perempuan. Perempuan cenderung lebih teliti dan analitis dalam memilih calon pemimpin, perempuan memiliki pemahaman yang mendalam tentang isu-isu berkaitan dengan keluarga, pendidikan, kesehatan dan perempuan seringkali lebih peduli dengan isu-isu sosial dan kesejahteraan masyarakat.

    Baca juga:40 Peserta Ikut Pelatihan Pengolahan Ikan

    Disamping kelebihan tentu ada hambatan yang menyebabkan perempuan sering terpinggirkan. Mereka dieliminir  sehingga tidak dapat berkembang secara wajar, fungsinya ditempatkan sebagai IRT dan secara sosial kultural perempuan telah diposisikan sebagai orang rumahan. Kemudian hambatan non kultural adalah sikap dan cara pandang kaum perempuan itu sendiri yang menempatkan dirinya pada posisi lemah dan menerima segala sesuatu apa adanya.

    Pertemuan yang dipandu oleh Kabid Kualitas Hidup Perempuan (KHP) DP3P2KB Intan Sophia berlangsung dialogis. Masing-masing peserta diberi kesempatan bertanya dan memperkaya bahan yang disajikan oleh pameteri. Pertemuan ini menjadi bagian penting untuk menggali dan melihat kendala sehingga perempuan belum begitu muncul. Tidak tertutup kemungkinan pertemuan ini nantinya akan melahirkan rekomendasi yang nantinya akan diserahkan pada para pihak yang berkepentingan, katanya.

    Yusnilawati dari IWAPI menjelaskan kendala yang dihadapi sebagai pengusaha dan politisi perempuan. “Saya dua kali caleg gagal. Sebab, orang perempuan tidak memilih perempuan. Belum lagi diskriminatif terhadap perempuan. Saya sudah capek dan apa solusinya.”

    Hal yang hampir sama ditanyakan oleh Eliana. Ia mengupas tentang stigma melemahkan diri sendiri, intimidasi dan kurang dari segi ekonomi. Mewakili TP PKK Lhokseumawe Tuti meminta penjelasan tentang kendala yang dihadapi perempuan terutama dalam partisipasi langsung di bidang politik.

    Penanya lain dari pengurus Genre dan Forum Anak Lhokseumawe Kreatif (Falak). Baik Genre dan Falak mengakui bahwa perempuan didorong untuk bisa berbicara didepan umum dan menjadi pengurus.

    Beurita Terkini

    Langkah Bersama Untuk PPPK

    TEROBOSAN Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH  memimpin delegasi...

    AKBP Ahzan Ingatkan Bahaya El Nino

    LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com – Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K.,...

    Sayuti Abubakar: Kami Datang Langsung ke Kemendagri, Ada 3.698 PPPK Harus Kita Pastikan Haknya Terpenuhi

    JAKARTA|BEURITA.Com— Walikota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., melakukan...
    Advertisement spot_img
    spot_img

    Pengadaan Security System

    Pengadaan CCTV, Videotron, Networking, Audio, Fire Alarm Sofware, Parking Management & Command Center Provinsi Aceh

    Beurita Terkait

    Terpopuler

    Lainnya di Beurita.com