LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com-Ribuan korban banjir di Kota Lhokseumawe yang rumahnya rusak ringan dan sedang mendapat bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Masyarakat tidak diberikan dana secara tunai tetapi dikirim ke rekening masing-masing penerima.
Momentum penyerahan bantuan secara nasional untuk korban banjir berlangsung di Aula Kantor Walikota Lhokseumawe, Jumat (13/2/2026). Kegiatan gabungan yang digelar BNPB menghadirkan secara during kabupaten di Sumatera Utara, Padang dan kabupaten di Aceh. Bantuan yang diterima masing-masing Rp 345 juta untuk 23 KK yang rumahnya rusak ringan dan Rp 35 miliar diperuntukkan bagi 1.178 rumah rusak sedang.
Bantuan tahap pertama yang diserahkan oleh BNPB bukan uang cash. Dana sekitar Rp 15 juta dikirim ke masing-masing nama penerima. Yang bisa menarik uang itu adalah yang namanya sesuai dengan yang tercantum dalam buku bank.
Baca Juga
Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH MH, Wakil Walikota Husaini SE, Sekda A Haris bersama kepala OPD mendampingi kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan tim. Ribuan perwakilan penerima dari Lhokseumawe hadir ke tempat itu serta bisa menyaksikan dan mendengar secara langsung arahan dari kementerian, BNPB serta menyaksikan proses penyerahan bantuan dimaksud.
Terimakasih
Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar berterimakasih kepada BNPB yang telah hadir ke Lhokseumawe untuk kesekian kalinya. Ia berterimakasih kepada pemerintah pusat yang bergerak sangat cepat dan tanggap dalam penanggulangan bencana. Lhokseumawe termasuk tahap pertama penyerahan bantuan rumah rusah ringan dan sedang. Disisi lain BNPB telah memberikan begitu banyak barang yang sudah disalurkan. Lhokseumawe adalah daerah yang paling banyak mendapat bantuan.
Kemudian untuk masyarakat korban banjir yang namanya belum masuk dalam list penerima bantuan hari ini, maka sebagaimana disampaikan kepala BNPB bisa susul. Untuk masyarakat yang namanya belum masuk dalam daftar rumah rusak sedang dan ringan, maka akan disusulkan namanya sehingga seluruh masyarakat Lhokseumawe yang korban banjir akan mendapat bantuan.
Pemerintah dalam hal ini BNPB bertanggungjawab penuh dan telah terbukti sangat membantu dan telah masyarakat rasakan. Buktinya bantuan yang diberikan melimpah ruah bila dibandingkan dengan daerah-daerah lain.
Direspon
Permintaan dari Sayuti Abubakar direspon oleh Ketua BNPB Letjen TNI Suharyanto. Yang datang hari ini adalah warga yang rumahnya rusak sedang dan ringan. Jumlahnya untuk Kota Lhokseumawe sangat banyak dan sudah dipenuhi. Hanya 21 KK perlu verifikasi ulang tetapi semuanya diberikan. Terkait masih ada nama-nama yang belum masuk tentu akan diverifikasi ulang, namun kalau dipaksakan masuk tentu tidak bisa. “Tidak bisa dipaksakan masuk, bapak dan ibu sekalian,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat Lhokseumawe sangat agamis dan toleransi. Jadi kalau betul-betul rumahnya rusak dilaporkan dan akan ditindaklanjuti. Tapi kalau aparat kelupaan sehingga dana belum dimasukkan maka silakan diajukan kembali. BNPB sudah punya petunjuk pelaksanaan yang valid. Namun seandainya pun ada warga yang terdampak tetapi tidak masuk kriteria rusak ringan dan sedang apakah tidak bisa dibantu? “tadi pak wali sampaikan ke kami bisa dibantu dengan skema lain. Jadi jangan kuatir dan resah apalagi sampai ada unjukrasa. Jadi yakinkan kami datang jauh-jauh kemarin untuk membantu warga yang terdampak banjir,” ujar Kepala BNPB.


