ACEH UTARA|BEURITA.COM – Jembatan penghubung yang selama ini digunakan warga untuk melintas di Krueng Sawang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara putus. Banjir besar yang melanda kawasan itu pada tanggal 26 November 2025 telah menyebabkan sarana publik ini lumpuh dan warga harus menggunakan rakit untuk menyeberang dari Sawang ke Gampong Lhokcut, Blang Cut, Kubu, Gunci dan ke Ulee Glee, Kabupaten Bireuen.
Baca juga: Dari Batu ke Pasir
Tidak ada jembatan rangka baja yang melintasi di sungai Sawang. Satu-satunya jembatan penghubung rangka baja sudah dibongkar beberapa tahun lalu karena pondasi bawahnya dikikis air sungai sehingga jembatan oleng. Kemudian Pemkab Aceh Utara bersama Muspika Kecamatan Sawang membangun jembatan gantung yang menjadi satu-satunya urat nadi yang mengbungkan antar warga antar gampong. Namun, jembatan gantung itu tidak bertahan lama karena kembali diterjang banjir pada tanggal 26 November lalu.
Sarana trasportasi satu-satunya yang digunakan warga saat ini hanya menggunakan jasa rakit. Bagi yang mau menyeberang ke Desa Gunci, Payarubek dan Lhokpungki maka ada rakit tersedia khusus dan menjadi akses menyeberang ke sana. Kemudian bagi warga yang berangkat dari Keude Sawang ke Lhokcut, Blang Cut, Kubu dan ke Ulee Glee harus menggunakan rakit yang khusus membawa mereka ke pinggir sungai Gampong Lhokcut.
Baca Juga
Baca juga: Jembatan Krueng Tingkeum Putus, Ini Keluhan Supir Truk
Warga berharap Pemerintah Daerah segera mencari alternatif untuk membangun jembatan yang bisa digunakan warga. Sebab, menggunakan jasa rakit sangat riskan apalagi kalau arus sungai begitu deras dan bisa mengganggu keselamatan warga. Kemudian nantinya saat masuk waktu sekolah maka anak-anak akan sangat kesulitan menyeberang karena sekolah mereka berada di pusat kota Kecamatan Sawang.


