LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com-Tahun 2026 masyarakat Lhokseumawe sudah bisa membayar retribusi sampah melalui aplikasi online M-Broh. Teknis dan mekanisme pelunasan iuran secara online sedang dimatangkan dan publik bakal dimudahkan. Bagaimana teknis dan kapan warga bisa membayar iuran sampah melalui gadget, android atau media digital lainnya sedang dipersiapkan oleh DLH dan dua akademisi dari Politeknik Lhokseumawe. Optimisme menggunakan barkode dalam pemungutan retribusi sampah mengemuka dalam peluncuran dan Sosialisasi, Publikasi Media Massa Penggunaan Aplikasi M-Broh oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Selasa (9/12/2025) di Aula Kantor Walikota Lhokseumawe.
Sekda Lhokseumawe A Haris SSos MSi membuka acara pada hari itu. Ia menanamkan semangat optimisme pada camat, keuchik, kadis DLD serta masyarakat luas untuk berjalannya program ini.
Baca juga:Ini Capaian SAH Tahun Pertama
Aplikasi ini adalah sebuah bentuk inovasi pelayanan yang dirancang untuk mempermudah masyarakat membayar retribusi sampah. Kesadaran publik Lhokseumawe melunasi iuran sampah akan membantu petugas pengutip serta akan meningkatkan PAD. Cara membayar sangat mudah dan cukup dengan menggunakan aplikasi. “Kita maunya kota itu bersih,” katanya.
Baca Juga
Dalam pemaparan teknis, DLH menjelaskan bahwa timbunan sampah di kota ini telah mencapai ±53.760 ton, sehingga pemerintah mendorong penguatan regulasi gampong, penyusunan SOP pengelolaan sampah, serta optimalisasi peran Bank Sampah Unit (BSU) dan Bank Sampah Induk (BSI) dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Sebagai upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah, pemerintah menyiapkan pembangunan BSU dan BSI di setiap kecamatan, serta penyediaan fasilitas teknologi seperti mesin pres, mesin cacah/briket, pirolisis di TPS Pusong, dan pengembangan insinerator di Pusong dan TPA. Sekda mengajak seluruh peserta, khususnya para camat dan keuchik, untuk aktif menyosialisasikan pemanfaatan aplikasi M-BROH di wilayah masing-masing.
Pemerintah menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya sosialisasi ini, dengan harapan digitalisasi retribusi dan optimalisasi pengelolaan sampah di Kota Lhokseumawe dapat berjalan lebih efektif, inovatif, dan berkelanjutan. “Tahun 2026 sudah berjalan. Kita ambil beberapa desa untuk percontohan,” ujar Plt Kadis DLH M Nasir.
Masih di tempat yang sama, pengayaan bahan dan teknis kegiatan untuk M Broh ini disampaikan oleh dua akademisi dari Politeknik Lhokseumawe. Dr Indra Wijaya dari PNL Lhokseumawe dan Ari Toha Hidayat MCS secara bergiliran menyampaikan tata kelola sampah dan teknis pemungutan iuran melalui retribusi via online.
Khusus untuk pemilik toko iuran sampah bisa dilakukan secara langsung melalui link M-Broh dan ke rekening DLH. Sedangkan untuk masyarakat diupayakan melalui petugas pengutipan dari gampong dan kemudian diteruskan ke DLH. “Jangan menggunakan tangan aparatur gampong untuk mengutip iuran sampah, tetapi gunakan BUMG atau swastakan saja,” ujar seorang penanggap.


