LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com- Sejarah tentang Kota Lhokseumawe serta latar belakang muncul nama ini mulai dibahas. Majelis Adat Aceh (MAA) Lhokseumawe memelopori kegiatan ini dalam seminar yang dibuka oleh Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH MH, Selasa (15/10/2025) di Aula Kantor Walikota.
Sayuti Abubakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Lhokseumawe memiliki perjalanan sejarah panjang sebagai bandar penting di pesisir utara Aceh, yang berperan besar sejak masa Kerajaan Samudera Pasai hingga kini menjadi kota otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2001. “Lhokseumawe bukanlah kota yang muncul tiba-tiba, melainkan memiliki perjalanan sejarah panjang dan peran penting dalam perkembangan pemerintahan, perdagangan, serta peradaban di kawasan Utara Aceh,” katanya.
Ia menekankan pentingnya penetapan hari jadi Kota Lhokseumawe berdasarkan kajian ilmiah dan dasar sejarah yang kuat. Ia mengajak seluruh pihak untuk memberikan masukan konstruktif agar lahir kesepakatan bersama yang menjadi pijakan Pemerintah Kota dalam menentukan tanggal resmi hari lahir Lhokseumawe. “Pemerintah Kota akan menindaklanjuti hasil seminar ini agar Lhokseumawe memiliki hari jadi resmi yang dapat diperingati setiap tahun sebagai momentum memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat,” tambahnya.
Baca Juga
Wakil Walikota Lhokseumawe Husaini, SE, unsur Forkopimda, para akademisi, budayawan, tokoh masyarakat, serta narasumber dari berbagai lembaga pendidikan dan penelitian sejarah hadir pada hari itu.
Seminar ini menjadi ajang penting untuk menggali kembali nilai-nilai historis, memperkuat literasi sejarah lokal, serta melestarikan warisan budaya daerah. Pemko Lhokseumawe berkomitmen mendukung upaya pelestarian sejarah, termasuk perlindungan terhadap situs, artefak, manuskrip, dan warisan budaya takbenda yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Lhokseumawe.


