LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com– Dua putra peusangan raya, Dr Sayuti Abubakar, S.H., M.H., Brigjen TNI Ali Imran, Minggu (8/11/2026) dipeusijuk oleh Forum Komunikasi Masyarakat Peusangan Raya (FK-MPR) Lhokseumawe. Acara di Harun Convention Hall, Keude Cunda, Kecamatan Muara Dua bagian dari memperingati maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2026.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi bentuk kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW, tetapi juga momentum untuk meneladani akhlak, kepemimpinan, dan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, memperkuat persatuan, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis dan religius.
Sayuti Abubakar Lantik Pengurus FK MPR
Mendampingi Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Ali Imran hadir Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf. Teuku Mustafa Kamal, Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf. Faisal, S.Sos., M.Si., Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H dan Ketua Umum FK-MPR Lhokseumawe, A. Haris, S.Sos., M.Si.
Baca Juga
Dua putra Kabupaten Bireuen ini menduduki posisi penting di tempat yang berbeda. Sayuti Abubakar kini mengemban amanah sebagai Walikota Lhokseumawe plus sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh periode 2026–2031. Kemudian Brigjen TNI Ali Imran kini menjabat sebagai Kepala Staf Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kasdam IM). Ia sebelum menduduki jabatan sebagai Danrem 011/Lilawangsa dan Danrindam Iskandar Muda.
Bagi Walikota Lhokseumawe, kehadiran dalam kegiatan ini juga memiliki makna tersendiri. Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., merupakan bagian dari keluarga besar masyarakat Peusangan Raya. Hal tersebut menjadikan pertemuan dengan masyarakat Peusangan Raya di Kota Lhokseumawe sebagai momentum untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus menjaga kedekatan dengan komunitas masyarakat yang memiliki ikatan asal-usul dan persaudaraan.
Forum Komunikasi Masyarakat Peusangan Raya (FK-MPR) Lhokseumawe menjadi wadah bagi masyarakat Peusangan Raya yang berdomisili di Kota Lhokseumawe untuk terus membangun komunikasi, menjaga persaudaraan, serta memperkuat solidaritas. Melalui peringatan Maulid Nabi dan prosesi peusijuek tersebut, semangat persatuan, kekeluargaan, dan nilai-nilai keagamaan diharapkan semakin kuat, tidak hanya di kalangan masyarakat Peusangan Raya, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat Kota Lhokseumawe secara luas.


