Festival Seni dan Budaya yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe menjadi panggung bagi anak-anak sekolah dasar, menengah pertama dan menengah atas menampilkan bakat mereka. Bidang Kebudayaan menjadikan Sabtu (31/10/2026) malam sebagai sarana menggali bakat generasi muda untuk tampil kreatif di atas panggung. Museum yang identik dengan kesunyian diubah menjadi tempat yang menghibur. Pedagang penganan mendapat lapak untuk berjualan, dan masyarakat bergembira serta larut dalam hiburan yang sarat makna dan adat istiadat.
Baca juga:Disdikbud Lhokseumawe Sukses Gelar Kegiatan Seni Budaya
Dari berbagai kesenian yang ditampilkan, mata dan pendengaran penulis tertahan pada satu nama. Pembawa acara Roby memanggil Ghina Sayla siswa kelas XII unggul SMAN1 Lhokdseumawe ke panggung. Apa gerangan? Ia dipersilakan membaca puisi.
Berbalut baju putih, rok berkombinasi kain batik dan sepatu sport, Ghina menuju panggung utama. Selembar kertas ia pegang dan matanya tertuju pada para undangan dikursi depan panggung.
Baca Juga
Ghina membuka ucapan dengan salam, gadis cantik ini membaca judul puisi Jihad Untuk Pak Wali yang ditulis Muklis Pula Naleung (PUNA), Kabupaten Bireuen. Jebolan FKIP Unsyiah ini menyusun kata yang membangkitkan dan menggugah semangat pemuda melawan narkoba. Makna puisi yang dibacakan sangat kontektual. Sebab, satu hari sebelumnya Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH MH, Kapolres AKBP Ahzan bersama Dandim 0103/Aceh Utara menyatakan jihad melawan narkoba.
Baca juga:Museum Harus Ramai
Keresahan yang disampaikan Forkopimda disambut oleh Muklis Puna dana bentuk syair-syair puisi yang islami. Hentakan suara Ghina terdengar jelas pada bait-baik tertentu. Pekikan suara serak Ghina sangat mengena pada kalimat “Sayuti Abubakar, namamu mulai menggema, bukan sekadar nama yang tertulis di dinding kekuasaan, tetapi suara yang mengetuk pintu-pintu kecemasan. Bersama polisi dan aparat penegak hukum, engkau kobarkan jihad melawan narkoba.”
Terimakasih kepada Plt Kadisdik Lhokseumawe Fauzi SPd MPd, Sekdis Sri Haryati SPd MPd dan Kabid Kebudayaan Abdul Fatah SAg yang telah memfasilitasi pergelaran acara ini. Sebab, membangun kesadaran memerangi narkoba harus disuarakan di sekolah-sekolah dan ini tugas kita semua. Ghina Sayla telah mengajak kita untuk bergerak bersama Walkota Lhokseumawe, Kapolres dan Dandim.
Ini bait-bait lengkap puisi yang dibacaka Ghina.
JIHAD PAK WALI UNTUK NEGERI
Karya: Muklis Puna
Baru dua tahun engkau duduk di singgasana kota,
Belumlah panjang perjalanan menapak sejarah,
Tetapi jejak langkahmu mulai terbaca,
Dari lorong-lorong gampong yang lama terlupakan,
Hingga ke tepian pusong yang menyimpan keresahan.
Engkau turun menyusur jalan,
Memburu bayang-bayang perusak masa depan,
Menantang gembong narkoba yang bersebunyi dalam malam
di balik asap dan kepulan racun kehidupan.
Sayuti Abubakar, namamu mulai menggema,
Bukan sekadar nama yang tertulis di dinding kekuasaan,
Tetapi suara yang mengetuk pintu-pintu kecemasan.
Bersama polisi dan aparat penegak hukum,
engkau kobarkan jihad melawan narkoba,
Menyisir kampung demi kampung,
Membongkar persembunyian para pengedar,
Sebab anak-anak negeri bukan untuk diwariskan
kepada jarum, serbuk, dan kehancuran.
Di sudut sudut kota, masa depan pernah terbaring,
Jalan-jalan menua dalam debu dan kesunyian,
Wajah kota seperti orang tidur terlalu panjang,
Menunggu tangan yang berani membangunkan.
Kini perlahan denyut itu mulai terasa,
Jalan-jalan kembali membuka harapan,
Wajah kota mulai dirias dengan perubahan,
dan mimpi yang lama terkurung
pelan-pelan mencari pintu keluar.
Engkau bukan hanya memburu racun di jalanan,
tetapi menata harapan di ruang kehidupan.
Pendidikan jangan dibiarkan kehilangan cahaya,
Budaya jangan sampai terkubur oleh zaman,
Sebab sekolah adalah ladang masa depan,
dan budaya adalah akar sebuah peradaban.
Kota ini tidak cukup hanya berdiri dengan gedung,
tetapi harus tumbuh dengan ilmu,
Bernapas melalui kebudayaan,
serta berjalan bersama martabat manusia.
Kami berdiri dalam barisan kesadaran
Mengobarkan jihad di jalan kemanusiaan
Melawan narkoba yang merampas masa depan
Demi negeri yang tak kehilangan harapan


