LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe bertekad menjadikan museum sebagai tempat wisata pendidikan. Kepala Bidang Kebudayaan bersama tim akan bekerja keras mewujudkan hal ini sehingga lokasi ini ramah untuk pengunjung dan membawa dampak positif bagi kota Lhokseumawe.
Ditemui saat penutupan festival seni dan budaya pada HUT Museum Kota Lhokseumawe ke-8, Sabtu (31/10/2026) malam, Kabid Kebudayaan Disdikbud Lhokseumawe Abdul Fathah SAg kepada media ini mengatakan, program pak wali bersama dinas untuk memajukan museum akan dilakukan.
Baca juga:Museum Harus Ramai
Ia akan menjadikan tempat ini sebagai wisata pendidikan, pengunjung dari berbagai unsur mulai dari pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum. “Jadikanlah museum kita sebagai tempat untuk mengenal ilmu agama, sejarah, budaya, ilmu pengetahuan dan adat istiadat,” ujar Abdul Fathah.
Baca Juga
Sebagai gerak menuju ke arah itu, Abdul Fathah telah menujukkan kerja pada festival seni dan budaya serta pameran. Dukungan dari sekolah, Plt Kadisdik, Sekretaris, para Kabid dan staf menjadi modal bagi ia dan tim untuk bergerak.
Baca juga:Disdikbud Lhokseumawe Sukses Gelar Kegiatan Seni Budaya
Sebagaimana diberitakan, Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH MH berharap museum harus aktif dan ramah terhadap pengunjung. Pengelola museum harus inovartif, ramah dan mampu mengikat pengunjung sehingga mereka bisa mengajak orang lain berkunjung ke lokasi ini. Penegasan ini disampaikan oleh Sekda A Haris SSos MSos saat membuka kegiatan HUT Museum Lhokseumawe, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan HUT Museum yang dilaksankan oleh Bidang Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhoksemawe sukses. Partisipasi sekolah di empat kecamatan pada hari itu sangat luar biasa. Tahun ini HUT Museum benar-benar meriah dibandingan dengan kegiatan sebelumnya.
Baca juga:Suara Pelajar Dukung Pak Wali Berantas Narkoba
Sekda mengatakan, museum bukan hanya tempat penyimpanan barang saja. Tempat ini harus menjadi lokasi yang mudah kunjungi, menarik dan petugasnya komunikatf. Kalau yang terjadi sebaliknya maka pengunjung malas datang.
Cara membuat lokasi pengunjung menarik ujar Sekda melalui video barang-barang dalam museum. Sehingga saat pengunjung masuk para pengunjung tahu apa nama barang itu. “Mungkin kita bisa lihat di bagaimana museum Aceh serta yang ditampilkan di museum Tsunami.”
Kabid Budaya diminta untuk proaktif melakukan kegiatan semacam ini. “Pertahankan budaya kita. Anak-anak harus diberi ruang datang kepustakan, katanya.


