Zaman boleh berubah, era boleh berganti tetapi jati diri tidak boleh hilang dibawa angin dan aus dimakan usia. Prinsip ini dipegang oleh para ladys Ikatan Keluarga Bukit Panggoi Indah (IKBPI) Perumahan Bukit Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.
Nyonya-nyonya ini bukan perempuan biasa. Mereka terdiri dari berbagai latar belakang pekerjaan. Ada yang bekerja di kantoran, dosen, pedagang, pembuat kue, guru dan ibu rumah tangga. Namun, latar belakang pekerjaan dan status tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk berkumpul. Jalinan silaturrahmi mereka jaga. Kalau ada yang tidak suka, cuek dan sebagainya bukan penghalang bagi mereka untuk berkumpul dan bekerja. Mereka akan terus merawat sulaturrahmi dengan saling menjaga antara mereka.
Circle hubungan tidak menjadi alasan mereka untuk beriteraksi. Karena dalam setiap event yang digelar oleh IKBPI dan untuk perumahan bukit Panggoi Indah mereka akan berdiri didepan menyukseskan program ini. Buktinya, pada setiap event kenduri maulid yang dilaksanakan di Mushalla Al-Muchlisin para ibu-ibu turun tangan. Mereka bergandeng tangan membantu membungkus nasi (bu kulah). Sekitar 500 buku kulah mereka siapkan untuk para tamu serta bantuan nasi kotak dari warga komplek.
Baca Juga
Bu Kulah adalah kuliner dan tradisi nasi bungkus khas Aceh yang terbuat dari nasi putih atau nasi minyak, dibungkus menggunakan daun pisang berbentuk kerucut atau piramida segitiga.


