LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com-Peresmian atau launching tahapan pemilihan keuchik secara langsung (Pikciksung) di Aula Pemko Lhokseumawe pada hari Selasa (28/4/2026) bukan hanya sebatas seremonial belaka. Pesan yang disampaikan oleh Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH MH bagian dari pedoman dan aturan di luar perundang-undangan yang harus dijalankan oleh Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) ke depan.
Sebanyak 47 gampong dijadwalkan mulai tahapan awal pada 12 Mei 2026. Jumlah pemilihan bukan angka yang kecil. Bakal terdapat berbagai persoalan dan dinamika sebelum tahapan dimulai, biasanya kalau menyangkut urusan politik akan menyita perhatian semua pihak.
Baca juga:Sayuti Abubakar Minta Tuha Peut, Pj Keuchik Sukseskan Pilciksung
Saat ini siapa yang akan maju sebagai calon keuchik sudah ada nama-nama yang digadang-gadang disetiap gampong. Pendekatan sudah dilakukan serta tawaran program gampong sudah dimainkan. Positifnya dari informasi yang diperoleh tidak ada calon yang berani mengungkap masalah jual beli suara pada hari H nantinya.
Baca Juga
Politik itu menarik dan seni untuk meraih dukungan. Siyasah ini harus diarahkan ke hal-hal yang positif. Demokrasi tidak boleh memecah belah apalagi disertai dengan ancaman dan hal lain yang membuat suasana gampong tidak kondusif. Meski dalam ruang lingkup politik gampong tetapi harus disertai dengan nilai-nilai keislaman sehingga kontestasi ini menjadi ajang silaturrahmi, gagasan dan program untuk membangun gampong ke depan.
Seruan
Dalam bahasa yang mudah dipahami, Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH MH sudah menyampaikan harapan pada tuha peut, Pj keuchik, camat, Kapolsek dan pejabat di Pemko Lhokseumawe. Serahkan semuanya pada warga untuk memilih pemimpin mereka tanpa intervensi dan suarakan secara demokratis.
Menurut Sayuti Abubakar, gampong adalah skup terkecil dalam struktur pemerintahan. Oleh karena itu warna yang dilahirkan dalam kontestasi demokrasi nantinya harus benar-benar teduh. Profesionalisme terutama untuk Pj keuchik yang PNS harus digaris bawahi dan dijalankan. “Perlu diingat jangan sampai bermain dalam hal ini,” katanya.
Panitia Pemilihan Keuchik, tuha peut serta aparatur gampong pinta walikota supaya menjaga integritas, junjung tinggi aturan tanpa memihak kepada calon manapun. “Saya tidak ikut campur dalam proses ini. Kita serahkan semuanya pada masyarakat gampong untuk memilih pemimpin yang menurut mereka punya kualitas dan mampu membangun desa.
Syariat Islam
Yang perlu diperhatikan ujar Sayuti Abubakar, Kota Lhokseumawe adalah bersyariat Islam. Ia menyarankan P2K yang terbentuk nanti mempertimbangkan penambahan satu poin di luar syarat calon yang ditentukan dalam perundang-undangan. Syarat itu adalah bagi calon keuchik harus ada sertifkat dari tgk imum yang menerangkan bahwa bakal calon (Bacalon) melaksanakan shalat subur berjamaah. “Apakah siap? tanya Sayuti Abubakar, lalu peserta rapat menyatakan siap.”
Ke depan ujar Sayuti Abubakar, peran untuk mewujudkan pembangunan di gampong sangat ketat. Banyak program dari Presiden Prabowo diarahkan ke gampong dan ini harus dilaksanakan seperti koperasi merah putih. “Semua program Presiden Prabowo harus dijalankan ditingkat gampong,” katanya.
Menurut walikota, keuchik hari ini berbeda dengan keuchik pada tahun berikutnya. Banyak beban yang bertambah ditengah anggaran yang minim. Lalu, persoalan siapa yang nantinya menjadi keuchik diserahkan pada warga. “Saya selaku walikota tidak akan intervensi serta tidak akan membiarkan pejabat di wilayah Pemko Lhokseumawe melakukan intervensi. Biarkan rakyat dan warga gampong yang memilih,” katanya.
Sukses
Sementara itu acara peresmian tahapan pikciksung yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) sukses. Kerja tim yang dikoordinir oleh Plt Asisten I Setdako Mirdha Iksan S.STP selaku ketua tim pemilihan keuchik secara langsung Kota Lhokseumawe, Plt Kadis DPMG Safriadi S.STP MSM, Plh Sekretaris DPMG Ilham Syahputra S.STP MSi, Kabid Pemberdayaan Mukim Gampong dan Kelembagaan Masyarakat Lely Fitri Yanti Hatta SP, MSM, Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda Yuni Rahma Siregar S.STP MSI, dan Kabid lain menjadikan acara itu sangat komunikatif. “Alhamdullilah acara hari ini sukses,” ujar seorang Pj keuchik.
Setelah acara ditutup para Pj keuchik dan mukim tidak ada yang meninggalkan tempat. Mereka menunggu bersalaman dengan walikota dan mengajak orang nomor satu Lhokseumawe untuk foto bersama.


