LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com – Langkah strategis memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas inflasi daerah dibahas. Hal lain yang disampaikan terkait memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai penggerak utama perekonomian. Dua poin ini menjadi topik pembicaraan antara Walikota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH, MH, Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe Yudo Herlambang, Deputi Kepala Perwakilan Yan Ramerta Putra, Kepala Kehumasan Dwiky Satria dan tim, Senin (3/8/2026) di Ruang Walikota.
Baca juga:Harga Sembako Melambung Pelaku UMKM Kewalahan
Selain membahas pengendalian inflasi, kedua belah pihak berdiskusi mengenai upaya meningkatkan daya saing UMKM melalui berbagai program pendampingan, penguatan kapasitas usaha, serta kolaborasi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Walikota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan komitmen Bank Indonesia dalam membangun kemitraan dengan pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi lintas lembaga menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kolaborasi antara Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Bank Indonesia diharapkan terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, meningkatkan daya saing pelaku UMKM, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga
Pemko Lhokseumawe berharap kolaborasi dengan BI terus diperkuat melalui berbagai program strategis yang mendukung pengendalian inflasi, pengembangan UMKM, dan peningkatan daya saing ekonomi daerah. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Lhokseumawe.


