LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com-Legislator gampong (tuha peut) dan Penjabat Keuchik di 47 gampong dalam wilayah kota Lhokseumawe siap melaksanakan dan menyukseskan pemilihan keuchik secara langsung. Tahapan dimulai pada tanggal 12 Mei 2026 dalam bentuk penunjukan Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) oleh tuha peut gampong.
Tahapan dan jadwal resmi pelaksanaan pilciksung disampaikan secara langsung oleh Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH MH. Pada hari Selasa (28/4/2026) orang pertama Lhokseumawe ini mengumpulkan sekitar 100 tokoh gampong mulai dari ketua tuha peut dan Pj Keuchik untuk dapat arahan terkait demokrasi di masing-masing gampong. Kepada mereka walikota berharap supaya pilciksung sukses dan berlangsung secara demokrastis.
Baca juga:12 Mei Tahapan Pilciksung Lhokseumawe
Acara yang di fasilitasi oleh Dinas Pemberdataan Masyarakat Gampong (DPMG) berlangsung sukses. Aula kantor walikota Lhokseumawe dipenuhi ketua tuha peut di 47 gampong, Pj keuchik, kapolsek Muara Dua, Kapolsek Muara Satu, Kapolsek Muara Dua dan Kapolsek Blang Mangat, Camat Banda Sakti, Muara Dua, Blang Mangat dan Camat Muara Satu.
Baca Juga
Laporan persiapan tahapan pilciksung disampaikan oleh Plt Asisten I Mirdha Iksan SSTP. Ia membacakan regulasi terkait pilciksung serta nama-nama persiapan tahapan yang sudah disusun.
Di tempat yang sama Walikota Lhokseumawe Dr.Sayuti Abubakar S.H.,M.H mengatakan, keuchik sebagai pemimpin di tingkat gampong memiliki peran krusial dalam menjalankan roda pemerintahan, pembangunan, serta pembinaan kemasyarakatan. Oleh karena itu, pemilihan keuchik bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan arah masa depan gampong masing-masing.
Pada tahun ini, pelaksanaan Pemilihan Keuchik serentak akan diikuti oleh 47 gampong di wilayah Kota Lhokseumawe. Jumlah tersebut dinilai cukup besar sehingga membutuhkan kesiapan, koordinasi, serta pengawasan yang ketat dari seluruh pihak terkait.
Ia secara resmi mengumumkan bahwa seluruh rangkaian tahapan pemilihan akan dimulai pada 12 Mei 2026. Seiring dengan itu, ia menekankan pentingnya menjaga netralitas dan profesionalisme seluruh jajaran panitia, baik di tingkat kota maupun Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) di tingkat gampong. “Seluruh panitia harus menjaga integritas dan bekerja sesuai aturan yang berlaku tanpa memihak kepada calon mana pun,” tegasnya.
Jaga Ketertiban
Sayuti Abubakar mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pemilihan berlangsung. Perbedaan pilihan dalam demokrasi disebut sebagai hal yang wajar, namun persatuan dan persaudaraan antarwarga harus tetap dijaga.
Melalui kegiatan diseminasi ini, Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap informasi terkait tahapan, persyaratan calon, hingga tata cara pemilihan dapat tersampaikan secara jelas kepada masyarakat, sehingga partisipasi pemilih dapat meningkat secara maksimal.
Pemko Lhokseumawe juga berharap seluruh rangkaian proses Pemilihan Keuchik serentak tahun 2026 dapat berjalan lancar serta melahirkan pemimpin gampong yang amanah demi terwujudnya Lhokseumawe yang meugah dan ceudah.
Netralitas
Didepan pihak Kejari, Dandim, Kapolres dan Sekda Lhokseumawe A Haris, walikota Lhokseumawe Sayuti Abubakar menekankan tentang netralitas. Siapapun asal sudah memenuhi syarat silakan mencalonkan diri. “Yang Penteng Pj keuchik harus netral,” katanya.


