HOMEAcehLagi, Sayuti Abubakar Bertemu Elite Mubadala

Lagi, Sayuti Abubakar Bertemu Elite Mubadala

LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com-Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH MH terus mematangkan Rencana Pengembangan Lapangan Gas pada WK Andaman oleh KKKS Mubadala Energi. Kapan mulai operasi, manfaat yang diperoleh Pemko dan bagaimana teknis untuk pekerja lokal bagian dibicarakan dalam pertemuan antara Presiden PT Mubadala, Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dan SKK Migas di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Pertemuan dan makan malam bersama Presiden Mubadala, Gubernur Aceh Muzakkir Manaf, Walikota Lhokseumawe Sayuti Abubakar menjadi event penting untuk kelanjutan pengembangan kota Lhokseumawe. Dalam foto pertemuan yang diterima media ini terlihat hadir Kepala SKK Migas Sulawesi-Kalimantan Azhari Idris yang mempelopori terjadinya pertemuan penting ini.

Baca juga:Sayuti Abubakar Berjuang Untuk Pekerja Lokal di Mubadala

Sebagaimana diberitkan sebelumnya, pada tanggal 27 Agustus 2025 di Jakarta walikota sudah bertemu elite Mubadala untuk mengetahui bagaimana rencana pengembangan lapangan gas pada WK Andaman oleh KKKS Mubadala Energi. Pemko perlu mendapat informasi secara detil tentang bagaimana fasilitas atau infrastruktur yang dibangun dan beroperasi di daratan atau area yang terhubung langsung dengan daratan utama (onshore fasility) Mubadala Energy saat pengolahan migas lepas pantai nantinya. Kenapa Pemko perlu mendapat informasi secara rinci karena daratan yang digunakan berada dalam wilayah Kecamatan Muara Satu yang masuk dalam wilayah Administrasi Kota Lhokseumawe.

Dalam surat itu walikota Lhokseumawe menulis: “dapat Kami sampaikan bahwa Pemerintah Kota Lhokseumawe menyambut baik dan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap Rencana Pengembangan Lapangan Gas pada WK Andaman oleh KKKS Mubadala Energi, dimana Onshore Facility dan Fasilitas pendukung lainnya akan berada dalam wilayah Administrasi Kota Lhokseumawe.

Ini Hasil Pertemuan Mubadala Energy, SKK Migas, Walikota, PTPL Lhokseumawe di Jakarta

Memahami kondisi sosial dan kepentingan Kota Lhokseumawe dalam mendukung Investasi di

Daerah, kami memandang perlu untuk mengetahui rencana kegiatan KKKS Mubadala Enegri lebih awal terutama menyangkut rencana penggunaan area darat yang masuk dalam wilayah administrasi Kota Lhokseumawe. Kami bermaksud mengundang SKK Migas dengan fungsi terkait dan memohon kesediaan SKK Migas untuk ikut menghadirkan fungsi terkait dari KKKS Mubadala Energi untuk dapat mempresentasikan rencana kerja dan dukungan apa yang diperlukan kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe, termasuk rencana penggunaan tenaga kerja baik pada masa konstruksi maupun pekerja tetap yang mengoperasikan kegiatan KKKS Mubadala Energi baik di darat maupun di fasilitas lepas pantai. Kami mohon SKK Migas dapat memberikan arahan dan Sharing Success Story dari WK lain di Indonesia terkait pemanfaatan tenaga kerja daerah secara terencana,” tulis Sayuti Abubakar.

Pertemuan pada  hari Rabu tanggak 27 Agustus 2025 di Mess Aceh JaIan RP Soeroso menjadi catatan penting bagi Pemko Lhokseumawe. Walikota bisa bertanya dan mendengar langsung bagaimana rencana dari Mubadala ke depan untuk wilayah Lhokseumawe. Sebab, daratan yang digunakan nanti berada dalam wilayah administrasi Pemko Lhokseumawe.

Poin yang perlu digaris bawahi kalau membaca surat itu adalah pada penggunaan tenaga kerja baik pada masa konstruksi maupun pekerja tetap yang mengoperasikan kegiatan KKKS Mubadala Energi baik di darat maupun di fasilitas lepas pantai. Ini poin penting untuk mendengar rencana pengembangan lapangan Gas pada WK Andaman oleh KKKS Mubadala Energi. Komitmen mereka harus didengar langsung oleh Walikota dan Direktur PTPL Lhokseumawe Habibillah terutama dalam hal keterlibatan warga Lhokseumawe (tenaga kerja lokal) baik di darat maupun di lepas pantai.

Sayuti Abubakar sangat serius dalam hal ini. Meskipun baru dua kali pertemuan tetapi upaya walikota mengurangi angka pengangguran serta menggerakkan perekonomian Lhokseumawe melalui pengembangan industri patut dihargai. Dalam beberapa kesempatan ia menyampaikan ingin mengembalikan era emas masa kecamatan Muara Satu dan Lhokseumawe maju dengan PT Arun. Ia ingin menggali PAD melalui sektor gas sebab seiring perjalanan waktu dana transfer dari pusat ke Lhokseumawe akan berkurang.

Kemudian respon dari pihak Mubadala dan SKK migas terhadap rencana walikota Lhokseumawe sangat positif. Mereka mencatat dan menerima masukan dari pimpinan Lhokseumawe terutama pada pemanfaatan tenaga kerja lokal. Tentu harus ada penajaman lainnya terkait rencana ini. Sebab catatan diantas kerja kalau tidak dimplementasi maka akan menjadi macan kertas dan tidak bermanfaat. Semoga rencana besar ini bisa terwujud dan saya sebagai warga Lhokseumawe mendukung penuh upaya walikota dalam menggali PAD dan memajukan Lhokseumawe.

Beurita Terkini

Pemko Lhokseumawe Dapat WTP

LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com – Pemerintah Kota Lhokseumawe berhasil mempertahankan opini Wajar...

Gampong Panggoi Sembelih 78 Sapi

LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com-Gampong Meunasah Panggoi, Kecamatan Muara Dua,Kota Lhokseumawe, Rabu (27/5/2026)...

Terkait SK Shalat Subuh Berjamaah, Keputusan Sayuti Abubakar Diapresiasi

LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com-Kebijakan pemerintah Kota Lhokseumawe mewajibkan bakal calon keuchik menyertakan...
Advertisement spot_img
spot_img

Pengadaan Security System

Pengadaan CCTV, Videotron, Networking, Audio, Fire Alarm Sofware, Parking Management & Command Center Provinsi Aceh