LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com-Tim verifikator dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat telah merampungkan kerja memverifikasi berkas pencalonan bacalon Ketua Demokrat Aceh. Hasil yang diperoleh Dr Sayuti Abubakar SH MH mendapat 15 dukungan dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) plus satu suara dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD), sedangkan Nurdiansyah Alasta mengantongi sembilan dukungan.
Suasana menjelang Musda Partai Demokrat Aceh sangat dinamis. Pada hari terakhir pendaftaran bacalon 11 Agustus 2026 Sayuti Abubakar mendapat dukungan 21 DPC dan disampaikan secara jelas saat ditanyakan satu persatu. Namun, keesokan harinya berubah, ada yang pindah ke lain hati. Buktinya saat tim dari DPP menyambangi DPD Partai Demokrat Aceh serta melakukan verifikasi maka dukungan untuk Nurdiansyah menjadi sembilan suara dari sembilan DPC.
Baca juga:21 DPC Partai Demokrat Antar Sayuti Abubakar Mendaftar
Sumber media ini menyebutkan, para elit DPC yang bermain dua kaki antara lain Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Aceh Jaya, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Simelue, Aceh Barat dan Aceh Selatan. Padahal pada saat Sayuti Abubakar mendaftar kecuali Aceh Tenggara, Pidie dan Simelue maka yang lain menyatakan dukungan untuk walikota Lhokseumawe. “Verifikasi faktual untuk pendukung Nurdiansyah dilakukan di DPD Demokrat Aceh,” ujar sumber tersebut.
Baca Juga
Angin berubah begitu cepat, langkah cepat dilakukan para 14 ketua DPC berangkat ke Jakarta. Pada hari Jumat (14/8/2026) ke 14 ketua DPC diverifikasi satu persatu terhadap dukungan yang mereka berikan. Hasil akhir sebanyak 14 ketua DPC tetap teguh pada keputusan awal mendukung Sayuti Abubakar, kemudian satu suara dari DPD menyatakan hal yang sama. “15 sudah diverifikasi faktual oleh DPP dan sudah terkodefikasi,” ujar sumber tersebut.
Baca juga:Sayuti Abubakar Dipanggil DPP Partai Demokrat
DPC yang bersama Sayuti Abubakar, DPC Demokrat Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Bireuen, Pidie Jaya, Sabang, Nagan Raya, Abdiya, Aceh Tengah, Bener Meriah, Singkil, Subulussalam dan DPD Demokrat Aceh.


