LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Kota Lhokseumawe sukses melaksanakan pemilihan keuchik secera serentak di 47 gampong pada Minggu (20/9/2026). Tidak ada sengketa yang bermuara pada pembatalan hasil pemilihan meskipun pada hari pencoblosan terjadi dinamika antara satu gampong dengan gampong lainnya.
Catatan yang diperoleh media ini, dinamika yang terjadi pada hari pencoblosan sangat beragam. Secara umum hal yang mencuat menyangkut pemenuhan jumlah pemilih 50 plus satu dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan pemilih yang merupakan warga yang berKTP setempat tetapi tidak ada nama dalam DPT.
Bagi gampong yang jumlah DPTnya dibawah 1500 maka pemenuhan kuota 50 plus satu bukan hal yang sulit. Namun, bagi gampong yang jumlah DPTnya menyentuh angka 5000 pemilih terjadi persoalan tersendiri pada hari pencoblosan. Pun demikian, masalah ini bisa teratasi karena supervisi yang dilakukan oleh DPMG serta perhatian full dari tuha peut gampong yang merupakan panitia pengawas pemilihan keuchik secara secara langsung.
Baca Juga
Kemudahan yang diberikan oleh DPMG dan panitia pemilihan tingkat kota Lhokseumawe bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (P2K) adalah penyediaan contoh berita acara atau formulir yang digunakan pada hari H. Taplate formulir sudah disiapkan dan P2K hanya tinggal copy paste saja sehingga sangat memudahkan.
Apresiasi pantas diberikan pada DPMG, tim pilciksung kota dan kecamatan. Mereka telah memonitor dan menyemangati penyelenggara ditingkat gampong untuk melaksanakan proses penggantian kepemimpin gampong secara demokratis.
Sebanyak 47 gampong sudah melahirkan keuchik terpilih. Mereka telah mendapat mandat dari rakyat di gampong masing-masing serta menunggu pelantikan yang direncanakan pada tanggal 6 Oktober 2026.


