LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com—Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH MH mengingatkan para pejabat kepala desa untuk menyuseskan pelaksanaan pemilihan keuchik secara langsung di 47 gampong. Kalau saat pemilihan jumlah pemilih yang dihadirkan tidak mencapai 50 plus satu di masing-masing gampong maka Pj keuchik akan dicopot serta diganti dengan yang lain.
Penegasan ini disampaikan walikota dalam pidato yang dibacakan oleh Sekda Lhokseumawe A Haris SSos MSI. Statemen ini tidak main-main dan bukan diucapkan di ruang tertutup. Perintah ini digemakan didepan ratusan calon keuchik, pj keuchik, Kapolres, Dandim, Camat Banda Sakti, Muara Dua, Blang Mangat dan Camat Muara Satu serta Panitia Pemilihan Keuchik. Ikrar pemilihan keuchik secara damai yang digagas oleh DPMG bersama tim pemilihan keuchik di Halaman Kantor Walikota Lhokseumawe Kamis (27/8/2026) menjadi sejarah akan kesepakatan ini.
A Haris menjelaskan tentang titik-titik rawan proses pelaksanaan pemilihan keuchik. Cermati pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Warga yang namanya ada dalam DPT berhak memilih. Tidak ada nama dalam DPT maka tidak bisa memilih, sebab jauh-jauh hari panitia sudah melakukaan pendataan pemilih.
Baca Juga
Terkait kehadiran pemilih ke TPS menjadi catatan penting yang disampaikan A Haris. Calon keuchik harus mempu membawa masyarakat beramai-ramai ke TPS. Selain itu Pj keuchik harus bekerja keras menyukseskan pilciksung serta harus mampu menghadirkan pemilih ke TPS sebagai bagian suksesnya pemilihan. “Kalau tidak bisa saya copot dan diganti dengan pejabat lain,” katanya.
Politik Uang Itu Racun
Masih didepan peserta, Sekda mengingatkan calon keuchik tidak melakukan politik uang. Ini adalah racun bagi demokrasi. Mari sadari bahwa harga diri masyarakat kampung tidak bisa dibeli dengan uang atau dirupiahkan. Ia mentamsilkan calon keuchik yang menang pakek uang maka ia tidak akan nyaman. “Untuk apa kita menang kalau berbuat dosa,” katanya.
Tanggungjawab anda ujar Sekda menjaga ketentraman dan ketertiban lingkungannya. Sebab, kemenangan sejati bukan hanya saat anda terpilih melainkan anda mampu menjaga kedamaian di tanah kelahiran anda sendiri. Ia mengharapkan calon mengendalikan diri, memimpin pendukung agar menjaga ketentraman dan ketertiban. Redam setiap potensi gesekan, hindari provokasi dan jadilah pelopor kesejukan di tengah-tengah lingkungan kampung.
Para calon keuchik diingatkan untuk siap menang dan siap kalah. Jangan saling menghakimi atau membuat hal-hal yang tidak diinginkan apabila menang atau sebaliknya. Kawan-kawan yang kalah bukan berarti itu musuh. Jalankan roda pemerintahan bersama-sama.
Sebagaimana dberitakan, ratusan calon keuchik dalam 47 gampong ikrar siap melaksanakan pemilihan keuchik secara damai, aman dan tidak melakukan politik uang. Ikrar ini diucapkan di hadapan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) saat janji pilciksung damai di halaman Kantor Walikota Lhokseumawe, Kamis (27/8/2026).
Ikrar damai dipimpin oleh Sekda Lhokseumawe A Haris S.Sos MSM. Secara bersama-sama calon keuchik dari Kecamatan Banda Sakti, Muara Dua, Blang Mangat dan Kecamatan Muara Satu mengikuti setiap poin ikrar pilciksung damai yang dibacaan didepan Sekda. Dari beberapa poin yang disampaikan diantara adalah siap menyukseskan pemilihan secara damai, menjauhi politik uang serta siap kalah dan menang.
Membacakan teks pidato Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH MH, Sekda A Haris mengatakan, janji yang sudah diucapkan sudah disaksikan oleh Allah SWT serta menjadi catatan para peserta ikrar. Jabatan bukalah tujuan tetapi ini sarana untuk pengabdian pada masyarakat. Jauhi politik uang, adu domba serta hal-hal laing yang bisa memicu perpecahan di gampong. “Kalau ribut maka gampong itu akan ditunjuk Pj keuchik dan ini tidak baik,” katanya.
Ikrar pikciksung damai yang dilaksanakan oleh DPMG Lhokseumawe sukses. Hal ini menandakakan bahwa OPD ini telah melakukan persiapan sebaik mungkin. Ikrar calon keuchik menjadi peristiwa bersejarah yang dilakukan DPMG dalam menjalankan penggantian estafet kepemimpinan di 47 gampong.


