- DP32P2KB Lhokseumawe Gelar Rakor
LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com-Kenakalan remaja serta kekerasan terhadap perempuan tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasi saat ini. Anak nakal penyebab utamamya kurang pengawasan orang tua, broken home dan cuek terhadap perilaku anak. Demikian antara lain persoalan yang mengemuka dalam pertemuan Koordinasi dan Gerak Bersama Lintas Sektor Cegah Perwakinan Dini, Stop Kenakalan Remaja dan Bangun Masa Depan, Kamis (2/9/2026) di Aula Kantor Camat Muara Dua, Lhokseumawe.
Narasumber yang dihadirkan oleh Kabid PPPKA Susilawati S.Pi DP3AP2KB Lhokseumawe antara lain Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan yang diwakili oleh Kasatreskrim Dr. Boestani, S.H., M.H, akademisi yang juga anggota MPU Lhokseumawe Dr Tgk M Rizwan H Ali MA.
Kadis DP3AP2KB Lhokseumawe Salahuddin ST MSM saat membuka acara mengatakan, Rakor lintas sektor dilakukan sebagai media sosialiasi pada masyarakat terhadap bahaya kekerasan anak dan perempuan. “Banyak kasus yang kami tangani terkait perempuan dan anak,” katanya.
Baca Juga
Dalam bekerja ujar Salahuddin, pihaknya tidak bisa bergerak sendiri. Koordinasi antar lintas lembaga sangat diperlukan sehingga angka kekerasan anak dan perempuan bisa dikurangi. “Terimakasih pada dua narasumber hebat yang tampil pada hari ini,” katanya.
Saat tampil pada sesi pertama AKP Boestani menceritakan kejadian kenakalan remaja dan kekerasan terhadap perempuan. Kenakalan remaja yang laporannnya masuk ke polisi dipelajari secara seksama. Hasil yang didapat saat ditanya pada pelaku yang telah ditangkap adalah mereka tidak mendapat perhatian dari ayah dan bunda mereka, hanphone dan lingkungan sekitar. “Hanphone menjadi salah satu pemicu,” katanya.
Perwira ini menekankan pada orang tua anak supaya menanyakan saat anak pulang serta memeriksa Hp mereka. Kenali lingkungan ia bergaul serta tahu dimana meraka saling duduk dan berinterakasi.
Aplikasi game dalam Hp ujar Bastani bisa membawa anak nakal dan paham tentang tatacara membunuh. Perhatian orang tua untuk anak-anak mereka sangat diutakaman dan jangan biarkan anak larut dalam permainan HP. Kondisi yang sama juga terjadi pada perempuan, banyak kasus kekerasan terhadap perempuan yang berujung pada perceraian salahsatunya diakibatkan oleh HP.
Hal yang hampir sama diutarakan oleh Rizwan H Ali. Dosen Ilmu Politik USK menjabarkan beberapa istilah dalam agama Islam yang mengarah pada anak dan kekerarasan terhadap perempuan. Kemudian terkait dengan game online hukumnya haram dan sudah ada fatwa dari MPU Aceh.


