LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com-Kepala Dinas Pendidikan Lhokseumawe Yuswardi Yunus SKM menginformasikan bahwa kuota yang diberikan untuk lulusan SMA dan SMK sederajat melanjutkan kuliah di China hanya 50 orang.
Pemerintah kota Lhokseumawe menjajaki program bea siswa untuk 50 perserta yang nantinya memilih kuliah ke China. “Untuk jumlah kuota saat ini di 50 orang, namun apabila jumlah pendaftar melebihi kuota, kami dapat berkoordinasi dan mengajukan penambahan kuota kepada pihak universitas,” ujar Yuswardi.
Baca juga:Pemko Lhokseumawe Buka Peluang Bea Siswa ke China
Yuswardi menambahkan, pihaknya hanya sebatas membantu dalam sosialisasi program kepada para siswa. Sedangkan biaya tiket pesawat, visa, serta kebutuhan pribadi menjadi tanggung jawab masing-masing peserta.
Baca Juga
Mengutip keterangan dari pihak penghubung universitas, mantan Camat Banda Sakti ini menambahkan bahwa program perkuliahan dilaksanakan langsung (offline) di China. Beasiswa yang diberikan oleh pihak universitas berupa beasiswa biaya kuliah (tuition fee). Sementara biaya asrama, makan, transportasi, dan kebutuhan hidup sehari-hari menjadi tanggung jawab peserta. “Pihak PT Hais Edukasi Indonesia, akan memberikan pendampingan dan proses konsultasi kepada para peserta,” kartanya.



