Sukses hampir setahun pasangan Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH MH dan Wakil Walikota Husaini SE memimpin daerah ini. Keduanya dilantik oleh Gubernur Aceh Muzakkir Manaf pada tanggal 17 Februari 2025 dan sudah masuk bulan ke 11 memimpin daerah ini.
Dalam masa hampir 12 bulan sejumlah prestasi sudah ditoreh dalam kondisi anggaran pendapatan dan belanja daerah yang cekak. Dalam kondisi dana minim ia bergerak secara pelan serta mampu memimpin orkestrasi Pemko Lhokseumawe mensejahterakan warga di Kecamatan Blang Mangat, Muara Dua, Banda Sakti dan Kecamatan Banda Sakti.
Refleksi terhadap 11 bulan mengemban amanah memimpin kota disampaikan di depan wartawan media cetak, media televisi, media online, pengurus PWI, PWA, PWO, JMSI, SMSI, IJTI, pewarta foto, dan paguyuban organisasi wartawan lain, Jumat (9/1/2026) di Aula Setda Kota Lhokseumawe. Pertemuan bertajuk minum kopi pagi yang dipandu Asisten III dr Sayed Alam dan Asisten I Muhammad Maxalmina menjadi sarana saling berbagi cerita, saran dan pendapat terhadap roda pemerintahan tahun 2025 dan menyongsong tahun 2026.
Baca Juga
Baca juga: Gercep Sayuti Abubakar Saat Banjir
Sayuti Abubakar menyampaikan sejumlah hal yang telah dilakukan bersama Wakil Walikota Husaini SE. Hanya selayang pandang diutarakan, selebihnya diberi kesempatan pada wartawan untuk bertanya, mengkritik, memberi masukan dan saran untuk pembangunan ke depan.
Secara umum penanya memyampaikan tentang persoalan banjir, peningkatan PAD, perbaikan drainase, perparkiran serta teta kelola pemerintahan yang belum berjalan di beberapa OPD. “Drainase kota harus dibersihkan, pariit jalan terutama di Kecamatan Muara Dua, Muara Satu, Blang Mangat dan Banda Sakti harus diprioritaskan,” ujar Rahmad.
Deni Andepa menyinggung masalah pompa air yang harus difungsikan secara baik. Kalau hal ini berjalan sebagaimana mestinya maka banjir genangan di Lhokseumawe tidak berlangsung lama.
Baca juga: Ini Capaian SAH Tahun Pertama
Peningkatan PAD disampaikan oleh M Amin dari PWI Lhokseumawe. Banyak potensi yang bisa digali untuk peningkatan pendapatan asli daerah. Pengelolaan parkir harus ditata secara baik dan transparan serta retribusi dari pedagang harus tercatat yang rapi, katanya.
Sayuti Abubakar menyambut baik saran dan pendapat yang disampaikan penanya. Terkait PAD ia akan terus berupaya mencari jalan untuk peningkatan. Khusus pemasukan pajak dari beberapa sektor sudah ada kecuali dari rumah sakit. Oleh karena itu ia akan terus melobi Jakarta agar RSUD Lhokseumawe segera dibangun. “Saya tidak akan berhenti,” katanya.
Menyangkut pembersihan dranase ujar Sayuti Abubakar menjadi fokus utama tahun ini. Anggaran yang ada akan diperuntukkan bagi pembersihan saluran dan drainase. Penutup parit jalan akan dibongkar, tidak peduli itu milik siapa dan kalau kendalanya di situ maka akan dibongkar.
Sukses Yang Telah Dicapai
Sementara itu dalam waktu 1,5 jam tersebut banyak hal disampaikan oleh walikota. Ia mengaku tetap menjalankan program dalam visi dan misi meskipun secara berlahan. Program broh jeut keu peng akan segera terlaksana karena mesinnya sudah ada. Kemudian untuk program jajan subuh tidak bisa dilaksanakan secara kontinyu karena keterbatasan dana. Pemotongan TKD oleh pemerintah pusat menyebabkan Pemko terseok-seok. Dana yang minim akan terkendala pada pelaksanaan program apalagi dengan pembayaran honor untuk PPPK.
Baca juga: Kemiskinan Kota Lhokseumawe Turun
Dalam catatan media ini, sukses dalam masa setahun ada capaian mengembirakan dan pro publik yang telah dilakukan. Penghargaan kota layak anak kategori Nidya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan adalah presatasi nasional yang diraih. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2KB) telah menoreh tinta emas dalam pemenuhan hak-hak ini. Ini wujud dari berhasilnya salahsatu program walikota terkait mewujudkan kreatifitas pemuda Lhokseumawe.
Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran yang dirilis oleh BPS beberapa waktu lalu bagian penting dari suksesnya tahun pertama Sayuti/Husaini. Kemudian tindakan berani yang dilakukan dalam bentuk sidak sarang waled, stop galian C, stop pasang iklan di jalan utam, memanggil pimpinan RS dan klinik swasta agar menyesuaikan gaji nakes dan non nakes sesuai UMP adalah tindakan berani yang patut dihargai.
Setahun hampir dilewati oleh pasangan SAH ini. Sukses yang akan masuk tahun kedua tahun 2026 adalah bagian penting dari penerapan aturan yang harus dilakukan secara ketat. Tahun lalu masa sosialisasi dan tahun ini masa eksekusi. “Saya akan keras ditahun ini,” ujar Sayuti Abubakar.


