LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com-Pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri Satu (SMAN1) Lhokseumawe, Senin (12/1/2026) menampilkan karya mereka dalam bentuk makanan di acara Meugah Fest. Aneka makanan moderen dan tradisional seperti boh rom-rom dan mie caluek dipajang di meja hidangan bergengsi sekolah tersebut.
Acara dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Kota Lhokseumawe Supriariadi, S.Pd MP.d. Saat potong pita ia didampingi oleh Plt Kepala SMAN 1 Drs Muhammad SPd MPd, Muklis SPd MPd beserta dewan guru lainnya.
Baca juga: Siswa SMAN1 Lhokseumawe Belajar Publik Speaking
Acara Meugah Fest pada pagi Senin sangat mewah dan besar. Hampir seluruh halaman sekolah di bagian tengah terpakai untuk stand yang dibuat oleh siswa. Sekilas acara sebesar ini mirip yang digelar oleh dinas yang membidangi perdagangan. Tetapi, acara bazar ini murni karya dewan guru dan pelajar SMAN 1.
Baca Juga
Kacabdin Supriariadi dalam pidato pembukaan acara memuji acara pada hari ini dalam hal menumbuh semangat siswa dan siswi untuk berwirausaha. Ia mengutip sejarah pengusaha nasional Chaerul Tanjung. Sebelum memulai cerita, pejabat Dinas Pendidikan Aceh ini melempar pertanyaan ke peserta, siapa yang kenal Chaierul Tanjung? lalu seorang siswi maju kedepan dan menjelaskan bahwa Chaerul Tanjung adalah seorang anak yang menjual singkon goreng dan kemudian berhasil menjadi pengusaha terpandang secara nasional.
Kacabdin menjelaskan, cerita ini sangat inspiratif. Meugah fest yang digelar oleh siswa dan siswi SMAN1 bagian dari memulai kesuksesan ini dibidang wirausaha. “Saya yakin kedepan di SMAN1 ini akan lahir pengusaha handal,” katanya.
Ia memberi apresiasi pada Plt Kepala SMAN1 Drs Muhammad MPd, wakil kepala sekolah, dewan guru, pengawas, siswa dan semua pihak yang telah menyukseskan acara ini. Kegiatan ini sangat penting untuk peningkatan kapasitas siswa dan kemajuan sekolah, katanya.
Sementara itu Plt Kepsek SMAN1 Muhammad (Papi) kepada Beurita.Com mengatakan, acara ini inisitaif guru dan siswa. Finansial dan keperluan lainnya untuk kegiatan ini sepenuhnya berasal di lingkungan sekolah. “Kami berterimakasih kepada dewan guru, Kacabdin, anak-anak kami di SMA1 serta semua pihak yang telah menyukseskan acara ini,” katanya.
Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana Meugah Fest Yuverny Selvy SSI MP.d melaporkan, kegiatan ini seharusnya dilakukan pada saat hari guru nasional tanggal 24 November, tetapi Allah berkata lain dan Aceh tertimpa musibah dan bencana banjir sehingga kegiatan ditunda dan baru terlaksana hari ini.
Semangat kewirausahaan dan kearifan lokal ujar Yuverny menjadi landasan acara ini.
Semua kegiatan hari ini tidak mungkin berjalan tanpa adanya kerja keras dari seluruh wali kelas, bapak dan ibu guru pemangku mata pelajaran, mereka mendampingi anak-anak sehingga kegiatan hari ini bisa berjalan dengan lancar, katanya.


