LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com— Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH melaporkan kerusakan dan ekses kerusakan akibat banjir pada Mendagri Tito Karnavian. Dalam kunjungan pada hari Minggu (30/11/2025), ke Lhokseumawe mantan Kapolri ini meninjau lokasi banjir, melihat kesiapan Pemda serta berakhir pada cek logistik di Gudang Bulok, Puenteut, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.
Kesempatan langka tersebut tidak disia-siakan oleh walikota. Ia menyampaikan sejumlah langkah penanganan yang telah dilaksanakan sejak hari pertama bencana. Ia sudah turun ke lapangan pada saat pertama banjir, menerbos genangan air mengantar bantuan bersama Ketua PKK Ny Yulinda, pemantauan pasca banjir serta sejumlah pekerjaan yang dilakukan dalam masa tanggap darurat.
Baca juga:Sayuti Abubakar Terobos Banjir Serahkan Bantuan untuk Masyarakat
“Pemerintah Kota Lhokseumawe terus bekerja maksimal. Mulai dari penyaluran bantuan pangan, penyediaan tempat pengungsian, hingga memastikan layanan kesehatan berjalan dengan baik bagi seluruh masyarakat terdampak,” lapor Sayuti.
Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap penanganan banjir di Lhokseumawe. Kehadiran ke Lhokseumawe sebuah tanda perhatian yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan dukungan Bapak Mendagri. Percepatan perbaikan akses, listrik, dan pembangunan jembatan sementara sangat penting bagi pemulihan aktivitas masyarakat,” ungkapnya.
Agenda Tito Karnavian ke Lhokseumawe dan Aceh Utara meninjau langsung penanganan pascabencana. Banjir yang terjadi pada tanggal 25-27 November 2025 telah menimbulkan kerusakan yang sangat besar di Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Tamiang, Aceh Timur, Kota Langsa, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen dan Pidie Jaya.
Mendagri tiba di Bandara Malikussaleh pada pukul 10.30 WIB bersama Direktur Jenderal Administrasi Wilayah Kemendagri Safrizal. Walikota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar SH MH, bersama Ketua TP PKK Kota Lhokseumawe Ny. Yulinda Sayuti, Ketua TP PKK Aceh Ny. Marlina Muzakir Manaf dan sejumlah Kepala OPD Pemko Lhokseumawe menyambut mereka.
Mendagri Tito beserta rombongan langsung bergerak menuju Pelabuhan Krueng Geukueh untuk memeriksa kesiapan jalur distribusi logistik serta meninjau kerusakan infrastruktur yang terdampak bencana. Kunjungan dilanjutkan ke Mesjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, tempat mendata kondisi para pengungsi serta mengecek efektivitas penyaluran bantuan yang telah dilakukan bersama berbagai pihak terkait.
Adapun tujuan kunjungan Mendagri Tito ke Aceh meninjau sejumlah titik infrastruktur yang mengalami kerusakan, termasuk jalan, jembatan, dan jaringan listrik yang masih dalam proses perbaikan.
Baca juga:Ini Cerita Tantawi Terobos Takengon, Bener Meriah Pasca Longsor
Pemerintah pusat komit mempercepat proses pemulihan dan memastikan ketersediaan logistik bagi seluruh warga terdampak. “Saya minta perkiraan kebutuhan, berapa angkanya dan apa saja barangnya. Minimal untuk bertahan dua minggu dulu,” ujar Mendagri Tito Karnavian.
Mendagri Tito menambahkan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat berada di Pidie Jaya untuk mengerahkan personel TNI guna membantu pendataan lapangan serta pembangunan jembatan sementara yang dapat dilalui kendaraan roda besar. “Kita lakukan secepat mungkin. Jika akses sudah lancar, distribusi logistik akan lebih aman,” tegasnya.



