+
    HOMEAcehPupuk Subsidi Langka, Petani Padi Pulo Iboih Menjerit

    Pupuk Subsidi Langka, Petani Padi Pulo Iboih Menjerit

    PULO IBOIH|BEURITA.Com — Kelangkaan pupuk bersubsidi tidak ada di di Desa Puloh Iboih, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Petani padi korban banjir tidak bisa menggarap sawah karena keterbatasan dana serta belum tersedianya pupuk bersubsidi di sarana produksi pertanian (saprodi) setempat.

    Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh (Unimal) mendapat laporan dari warga setempat terkait hal ini. Kondisi ini menyebabkan keterlambatan pemupukan setelah masa tanam, yang berpotensi menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi. Jika tidak segera diatasi, situasi tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan produktivitas dan meningkatnya risiko gagal panen.

    Baca juga: Mahasiswa Unimal KKN Relawan Di Blang Reuling

    Permasalahan ini menjadi perhatian mahasiswa Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh (UNIMAL) melalui Program Mahasiswa Berdampak. Program kerjasama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) bertujuan mengawal isu strategis di sektor pertanian sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam mendorong solusi nyata bagi petani.

    Baca Juga

    Berdasarkan keterangan Aan salah satu penyedia sarana produksi pertanian di Desa Puloh Iboih, pupuk bersubsidi diperkirakan baru tersedia pada bulan Februari. Jadwal pendistribusian belum jelas karena sepenuhnya menjadi kewenangan distributor di tingkat kabupaten. Hingga saat ini, belum terdapat kepastian resmi terkait waktu penyaluran pupuk bersubsidi ke desa tersebut.

    Sementara itu Mantan Geuchik Desa Puloh Iboih, Abdullah, menilai bahwa keterlambatan distribusi pupuk bersubsidi dapat memperlambat pemulihan sektor pertanian pascabanjir. Ia menegaskan bahwa petani saat ini berada dalam kondisi ekonomi yang lemah dan membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah. “Petani sudah berupaya bangkit setelah banjir, tetapi tanpa pupuk yang cukup, hasil panen mereka sangat terancam,” ujarnya.

    Senada dengan itu, Ketua Kelompok Tani Desa Puloh Iboih, Nawi, menyampaikan bahwa sebagian besar petani tidak mampu membeli pupuk non-subsidi karena harga yang tinggi. Ketidakpastian harga pupuk dan keterbatasan modal pascabanjir semakin memperberat beban petani dalam melanjutkan usaha tani mereka. “Kami berharap pupuk bersubsidi segera tersedia agar tanaman padi dapat tumbuh optimal dan petani tidak mengalami kerugian lebih besar,” katanya.

    Terkait kondisi ini perwakilan mahasiswa HIMAGRI FP UNIMAL, Zuvianda, menyampaikan bahwa kelangkaan pupuk bersubsidi merupakan persoalan serius yang perlu mendapat perhatian lintas pihak. Menurutnya, kondisi petani pascabanjir membutuhkan kebijakan afirmatif dan percepatan distribusi input produksi agar pemulihan pertanian berjalan efektif. “Kami melihat langsung bahwa petani berada dalam posisi sangat rentan. Pupuk bukan hanya kebutuhan produksi, tetapi juga kunci keberlanjutan pendapatan petani. Melalui Program Mahasiswa Berdampak bersama Kemendikti Saintek, kami mendorong adanya percepatan distribusi pupuk bersubsidi serta penguatan pendampingan kepada petani,” ujar Zuvianda.

    Ia menambahkan bahwa mahasiswa berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi petani dan menjembatani komunikasi antara petani, kios saprodi, serta pemangku kebijakan di tingkat daerah. Dengan kondisi tersebut, ketersediaan pupuk bersubsidi menjadi kebutuhan yang mendesak bagi petani padi sawah di Desa Puloh Iboih. Petani berharap adanya percepatan distribusi pupuk dari pihak terkait agar proses pemulihan pertanian pascabanjir dapat berjalan optimal, produksi pangan tetap terjaga, dan kesejahteraan petani dapat meningkat secara berkelanjutan.

    Beurita Terkini

    Gara-Gara Proyek Fiktif Oknum ASN Ditangkap

    LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com– Polres Lhokseumawe mengungkap kasus dugaan tindak pidana penipuan...

    Pengurus PWI Aceh Utara Bertemu Kajari Lhoksukon

    LHOKSUKON|BEURITA.Com — Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Utara...

    Senpi AK 47 Diamankan, Polres Lhokseumawe Ungkap Kasus Senpi Ilegal

    LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com –Jajaran Polres Lhokseumawe kembali menuai prestasi dalam mengungkap...
    Advertisement spot_img
    spot_img

    Pengadaan Security System

    Pengadaan CCTV, Videotron, Networking, Audio, Fire Alarm Sofware, Parking Management & Command Center Provinsi Aceh

    Beurita Terkait

    Terpopuler

    Lainnya di Beurita.com