LHOKSUKON|BEURITA.Com-Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Relawan di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan selama 12 hari terhitung sejak 30 Desember 2025 – 10 Januari 2026, sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir di Aceh.
Fokus KKN Relawan membantu masyarakat pada masa pemulihan (recovery) pascabencana. Kegiatan yang digelar antaralain bakti sosial, edukatif transisi pendidikan bagi anak-anak, psikososial, Psychological First Aid (PFA) tahap IV, pendidikan pertolongan pertama (P3K), mengaji bersama anak-anak, serta kerja bakti membersihkan mushalla yang berada di Desa Geudumbak.
Baca juga:Enam Putra Lhokseumawe Lolos ke PPSDM
Salah seorang peserta KKN Muhammad Haikal Umra mengatakan, selama kegiatan, mahasiswa menyaksikan secara langsung kondisi desa pascabencana, termasuk masih banyaknya kayu-kayu gelondongan yang menutupi sejumlah area permukiman. Meski demikian, antusiasme dan semangat masyarakat untuk bangkit dari musibah tersebut terlihat sangat tinggi.
Mahasiswa melihat harapan besar dari anak-anak di Desa Geudumbak untuk segera pulih dan dapat kembali bersekolah seperti sedia kala. Dengan keterbatasan kemampuan yang dimiliki, para mahasiswa berupaya memberikan kontribusi terbaik untuk mendukung pemulihan mental, pendidikan, dan lingkungan masyarakat, serta mewujudkan sedikit demi sedikit harapan besar anak-anak tersebut.
Menurut Haikal, kegiatan KKN Relawan ini diikuti oleh 10 mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Malikussaleh dan didampingi langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Maya Lestari M.Ed. Selama pelaksanaan kegiatan, tim KKN Relawan juga mendapatkan dukungan dari sejumlah donatur yang tidak ingin disebutkan namanya, serta Al-Fatihah, yang memberikan bantuan berupa buku bacaan, Al-Qur’an, dan air bersih untuk masyarakat setempat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Malikussaleh berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Geudumbak serta menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.



