BIREUEN|BEURITA.Com-Memasuki hari ke delapan pasca banjir kondisi di Keude Kuta Blang, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen sesak dan padat. Puluhan truk angkutan barang, penumpang, mobil pribadi dan warga berjubel dari arah Medan dan dari arah Matang Glumpang Dua. Hingga Senin (1/12/2025) sekitar dua kilometer antrean kendaraan di tempat itu dan ratusan warga wara-wiri di tempat itu.
Media ini melihat atrian truk barang berjejer di tempat itu. Mereka sudah dua hari berada di tempat itu setelah berhasil menerobos banjir dari Aceh Timur, Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Mayoritas kendaraan angkutan barang yang parkir disisi kiri dan kanan jalan adalah interkuler dari Medan dengan tujuan membawa barang sembako, bangunan dan elektronik ke Banda Aceh. Lalu massa begitu banyak di tempat itu karena mereka dari arah berlawanan harus menggunakan jasa boat dan perahu karet milik tim SAR untuk menyeberang. Melanjutkan perjalanan ke Banda Aceh sudah ada minibus yang menunggu diseberang dan juga sebaliknya yang ma uke Lhokseumawe atau ke Medan sudah minibus dan bus yang menunggu dipinggir jalan.
Baca juga:Partai Demokrat Aceh Utara Bantu Korban Banjir Sawang
Sopir truk mengatakan, awalnya mereka bersyukur karena berhasil melewati banjir mulai dari Peurelak, Aceh Utara, Lhokseumawe dan sebagian kabupaten Bireuen. Namun, langkah mereka terhenti saat mengetahui jembaran Krueng Tingkeum (jembatan Kuta Blang) telah putus. “Saya langsung lemas saat mengetahui hal ini,” katanya.
Baca Juga
Ia menambahkan pilihan yang mesti diambil adalah bertahan sampai jembatan selesai dibangun. Kalaupun nanti dibangun jembatan darurat pihaknya berharap bisa dilewati oleh truk barang. “Saya sudah kehabisan bekal disini. Untuk menghubungi toke di Banda Aceh terkendala dengan signal telepon genggam,” katanya.


