HOMEAcehIni Capaian SAH Tahun Pertama

    Ini Capaian SAH Tahun Pertama

    LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com-Postur anggaran yang minim tidak menyurutkan langkah Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH MH dan Wakil Walikota Husaini SE terus bergerak. Keurija bagah, rakyat ceudah, Lhokseumawe meugah yang menjadi slogan SAH (Sayuti/Husaini) mulai membuahkan hasil. Berlahan tapi pasti kesejahteraan rakyat kota yang dimimpikan mulai terwujud dan bukan hanya omon-omon.

    Lembaga resmi pemerintah Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lhokseumawe telah merilis hasil pencacahan tahun 2025 tentang kemiskinan, IPM dan pengangguran. Dalam rilis terbaru Instagram BPS tercantum informasi yang mengembirakan untuk pembangunan kota. Di media sosial ini BPS Kota Lhokseumawe mencatat secara rinci penurunan angka kemiskinan. Dalam penjelasan sekitar tiga alinia, BPS memaparkan angka kemiskinan Kota Lhokseumawe tahun 2025 turun 1,43 persen poin dibandingkan tahun 2024 (dari 10.44 persen menjadi 9.01 persen). Selama periode 2020-2025, Lhokseumawe berhasil menjaga tren penurunan kemiskinan yang relatif konsisten dengan penurunan paling signifikan pada tahun 2025.

    BPS mencatat, angka kemiskinan Kota Lhokseumawe lebih rendah dibanding rata-rata provinsi Aceh (12,33 persen), namun masih sedikit lebih tinggi dari rata-rata nasional (8,47 persen). Meskipun demikian gap antara Kota Lhokseumawe dan nasional semakin mengecil, dari 1,02 persen poin pada tahun 2020 menjadi hanya 0,54 poin pada tahun 2025.

    Dalam tulisan berjudul Kemiskinan Lhokseumawe Telah Turun, Masyarakat Semakin Sejahtera disiarkan dalam huruf kapital. Secara umum BPS menerangkan, angka kemiskinan Lhokseumawe lebih baik dibandingkan sebagian besar kabupaten dan kota lain di Aceh. Saat ini kota Petro Dolar ini menempati posisi ke 3 terendah tingkat kemiskinan di Aceh, setelah Kota Banda Aceh (5,45 persen) dan Kota Langsa (8,59 persen). Capaian ini menunjukkan Lhokseumawe termasuk dalam kelompok daerah dengan tingkat kemiskinan relatif lebih rendah di Aceh.

    Secara kasat mata dapat dilihat bahwa kehidupan masyarakat kota Lhokseumawe mulai sejahtera. Angka yang disajikan oleh BPS bagian dari potret hasil yang diperoleh oleh petugas pendataan. Selain itu pasar di Lhokseumawe terutama pada pagi dan pasar Pusong terlihat ramai. Begitujuga di warkop terlihat masyarakat memenuhi warung kopi yang ada di empat kecamatan ini.

    Baca juga:Kemiskinan Kota Lhokseumawe Turun

    Kemudian gerakan Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar yang menekan angka kemiskinan menjadi salah satu faktor penurunan angka kemiskinan. Program lain adalah bantuan untuk masyarakat baik itu rumah duafa dan program lain menjadi salah satu penyebab angka kemiskinan menurun.

    Tentu langkah yang dilakukan oleh walikota bersama kepala OPD bagian dari mewujudkan 15 program utama. Adapun program dimaksud adalah, pengelolaan sampah (Broeh jeut keu peng),

    penanganan banjir, pemerataan jaringan air bersih, penyediaan ruang terbuka hijau / taman kota, penataan lingkungan pesisir, penyelesaian pembangunan Islamic Center, peningkatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi pelayanan publik, ruang kreatif pemuda, jajan subuh berjamaah bagi para remaja, bantuan sosial untuk lansia miskin, beasiswa untuk pelajar beprestasi, pengelolaan minyak ikan, pemberdayaan sektor perikanan, dan pemberdayaan sektor pertanian yang moderen.

    IPM Meningkat

    Hasil yang dicapai tentu bermuara pada raihan keberhasilan lainnya. Masih dari data yang media ini peroleh menunjukkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Lhokseumawe meningkat.

    IPM dapat berarti Indeks Pembangunan Manusia, yang merupakan indikator untuk mengukur kualitas hidup masyarakat di suatu wilayah berdasarkan tiga dimensi dasar yaitu umur panjang dan sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.

    BPS merilis angka IPM Kota Lhokseumawe tahun 2025 sebesar 81,75. Terjadi peningkatan sebesar 0.86 jika dibandingkan dengan IPM Kota Lhokseumawe 2024 sebesar 80.89. Peningkatan tersebut terjadi akibat meningkatnya nilai-nilai pengukuran IPM seperti Usia Harapan Hidup (UHH), Pengeluaran Per kapira, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS).

    Kualitas kesehatan masyarakat suatu wilayah dapat didekati melalui angka Usia Harapan Hidup (UHH). Lhokseumawe mempunyai UHH sebesar 75.29 tahun atau meningkat dari tahun 2024 sebesar 74,93 tahun. Hal ini berarti bayi yang baru lahir ditahun 2025 diperkirakan akan hidup rata-rata 75-76 tahun dengan kondisi fasilitas kesehatan dan lingkungan seperti ini.

    Lalu dari pendekatan kesejahteraan dapat diukur melalui pendekatan pengeluaran per kapita. Berdasarkan rilis BPS pengeluarkan per kapita Kota Lhokseumawe Rp 13.071.000 per tahun. Hal ini berarti rata-rata uang yang dibelanjakan oleh seseorang yang tinggal di Lhokseumawe selama setahun Rp 13.071.000 untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

    Baca juga:Sayuti Abubakar Berjuang Untuk Pekerja Lokal di Mubadala

    Pengangguran

    Lalu bagaimana dengan indikator ketenagakerjaan. Berdasarkan hasil survei Angkatan kerja nasional (Sakernas) Agustus tahun 2025 pada tahun 2025 tingkat pengangguran terbuka (TPT) Lhokseumawe sebesar 8,24 persen atau turun 0,23 persen dari tahun sebelumnya dengan angka 8,47 persen. Jumlah pengangguran Lhokseumawe tahun 2025 sebanyak 8.036 orang.

    Dibandingkan kabupaten dan kota lain, Lhokseumawe masih menempati urutan pertama TPT tertinggi. Walaupun demikian terdapat tren positif penurunan angka pengangguran sebesar 0.23 persen. Ini merupakan penurunan terbaik empat setelah kota Sabang, Subulussalam dan Kota Banda Aceh.

    Penyebab dari penurunan ini tidak terlepas dari 15 program unggulan Sayuti/Husaini. Mereka berkomitmen untuk terus menurunkan angka kemiskinan melalui berbagai program yang dijalankan oleh OPD. Melalui program pemberdayaan pertanian dan perikanan ia genjot. Hal terpenting adalah adanya kerjasama dan komitmen bersama untuk pengurangan angka pengangguran di kota ini.

    Beurita Terkini

    Capaian Sayuti Abubakar-Husaini Tahun 2025

    LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com-Sudah hampir setahun duet Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar...

    Komisi I DPRA dan SMSI Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Informasi Publik

    BANDA ACEH|BEURITA.Com- Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA)...

    Sekda Sidak Dukcapil Lhokseumawe

    LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lhokseumawe melakukan inspeksi...
    spot_img

    Pengadaan Security System

    Pengadaan CCTV, Videotron, Networking, Audio, Fire Alarm Sofware, Parking Management & Command Center Provinsi Aceh

    Beurita Terkait

    More from categories

    Pendidikan

    Sorotan

    Politik