+
    HOMEAcehBroeh Jeut Keu Peng Nyata

    Broeh Jeut Keu Peng Nyata

    “Saya senang program pengolahan sampah menjadi bahan siap pakai bisa terwujud. Saya berharap program ini terus berjalan sehingga persoalan sampah bisa tertanggulangi di Lhokseumawe. Kami di desa bisa menjual sampah plastik ke koperasi broeh-broeh yang sudah dibentuk,” demikian sepenggal kalimat yang disampaikan Samsul Bahri warga Meunasah Alue saat melihat sampah plastik didaur ulang menjadi kantong plastik yang siap digunakan.

    Tempat Pembuangan Sampah (TPA) di Gampong Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe pada hari Selasa (10/2/2026) menjadi tempat bersejarah. Ratusan mata undangan melihat lokasi pembuangan akhir yang sudah dibenahi. Tidak ada lalat dan tumpukan sampah sebagaimana pemandangan tahun-tahun sebelumnya.

    Baca juga:Mesin Pengolah Sampah di TPA Alue Lim Beroperasi

    Peresmian mesin pengolah sampah di tempat itu menjadi wujud realisasi janji Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH MH dan Wakil Walikota Husaini SE saat kampanye tahun 2024. Broeh Jeut Ke Peng (sampah menjadi uang) menjadi salah satu program unggulan. Ini bukan sebatas slogan yang selama ditanggapi beragam oleh netizen di media sosial, ini wujud dari janji nyata yang dihasilkan oleh aneuk agam Peusangan dalam membangun Lhokseumawe untuk menghasilkan cuan dari sampah.

    Baca Juga

    Dana yang digelontorkan untuk membeli beberapa unit mesin pengolah sampah sekitar Rp 6,6 Milyar. Para ahli dari ITB dan Politeknik Lhokseumawe didatangkan melakukan pendampingan pengeoperasian mesin ini sampai sampah didaur ulang menjadi plastik baru.

    Pejabat sipil, TNI/Polri, kepala OPD, wartawan yang datang di acara itu melihat secara dekat serta berdialog dengan pekerja. Tatacara sampah plastik yang sudah diolah lalu dimasukkan ke mesin yang menghasilkan plastik baru menjadi perhatian warga. “Baru kali ini saya liat sampah plastik bekas menjadi plastik baru,” ujar seorang warga.

    Tentu saja produk yang dihasilkan bukan sebagai barang pajangan. Hasil ini nantinya akan dijual dan PTPL bagian dari perusahaan yang akan mengambil peran untuk pengembangan usaha ini. Panjualan plastik ada bahan lain yang dihasilkan di TPA akan menjadi pemasukan untuk pendapatan asli daerah (PAD) Kota Lhokseumawe.

    Proses Panjang

    Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH MH mengatakan, Program Broh Jeut Keu Peng membutuhkan proses panjang, mulai dari perencanaan, penganggaran hingga kajian teknis, sehingga tidak bisa diwujudkan secara instan.

     

    “Alhamdulillah, belum satu tahun saya dan bang Husaini menjadi wali kota dan wakil wali kota Lhokseumawe. Hari ini kita bisa mewujudkan janji kampanye kami ini khususnya untuk program Beruh Jeut Keu Peng,” katanya.

    Ia menjelaskan, persoalan sampah saat ini menjadi tantangan hampir di seluruh kota di Indonesia. Bahkan, sejumlah daerah terpaksa menutup TPA akibat kelebihan kapasitas. Karena itu, diperlukan pemanfaatan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan.

    Mesin pengolahan sampah yang diluncurkan di TPA Alue Lim mampu mengolah sampah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti bahan bakar minyak, plastik olahan, serta produk turunan lainnya. Hasil pengolahan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    Baca juga:DLH Lhokseumawe Matangkan Bayar Iuran Sampah Via M -Broh

    Selain itu, Pemkot Lhokseumawe juga akan menerapkan program social engineering melalui sosialisasi pemilahan sampah rumah tangga. Masyarakat yang melakukan pemilahan sampah, khususnya plastik, akan mendapatkan manfaat ekonomi melalui skema yang dikelola Koperasi ”Broh-Broh” yang diresmikan pada hari yang sama.

    “Dan bagi masyarakat pun kita perlu untuk meningkatkan kesadaran. Dalam membuang sampah. Tentunya dalam melakukan pemilahan sampah. Ketika pemilahan sampah dilakukan dengan benar. Mereka juga akan mendapatkan koin emas,” katanya.

    Atas terlaksananya peluncuran ini, Walikota Lhokseumawe mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat.  “Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada tim ahli, seluruh staf di dinas lingkungan hidup, dukungan dari TNI/Polri dan seluruh pihak yang sama-sama telah bekerja keras sehingga terwujudkan terwujudnya program ini,” ujarnya.

    Truk Pengangkut Sampah

    Sementara itu di tengah keterbatasan fiskal daerah, Pemkot Lhokseumawe tetap berupaya memperkuat sarana pendukung pengelolaan sampah. Dalam waktu dekat, pemerintah kota dijadwalkan menerima bantuan satu unit truk pengangkut sampah dari PT. Perta Arun Gas.

    Ia berharap, mesin pengolahan sampah ini tidak hanya mampu mengolah sampah secara lebih efektif dan ramah lingkungan. Akan tetapi Juga bisa memberikan nilai tambah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Lhokseumawe.

    Beurita Terkini

    Menteri Ekraf Buka Bazar Ramadhan Lhokseumawe

    LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com-Menteri Ekonomi Kreatif (Menteri Ekeraf) T Riefki Harsya membuka...

    Sayuti Abubakar: Terimakasih Mendagri

    LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com — Walikota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH, MH,...

    AKBP Ahzan Resmikan Sumur Bor di Lancang Barat

    DEWANTARA|BEURITA.Com- Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan meresmikan beroperasinya sumur...
    Advertisement spot_img
    spot_img

    Pengadaan Security System

    Pengadaan CCTV, Videotron, Networking, Audio, Fire Alarm Sofware, Parking Management & Command Center Provinsi Aceh

    Beurita Terkait

    Terpopuler

    Lainnya di Beurita.com