LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com- Pemuda Gampong Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe mendukung penuh program pembangunan gerai koperasi Desa Merah Putih. Dukungan ini sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat serta kehadiran koperasi ini nantinya menjadi sarana pemberdayaan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, serta memperkuat solidaritas sosial. Namun mereka meminta dan untuk pembangunan gerai ini tidak menggunakan Lapangan Sepakbola sebab ini merupakan asset produktif gampong. Dua hal ini menjadi poin kesimpulan rapat pemuda Gampong Meunasah Mesjid Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe yang dilaksanakan di teras Mesjid Al Mabrur pada hari Kamis (7/5/2026)
Ketua Pemuda Gampong Meunasah Mesjid, Ridhwan, S.Sos mengatakan kesimpulan musyawarah pemuda yang dihasilkan antara lain :
- Pemuda Gampong Mns Mesjid sangat mendukung Program Nasional Bapak Presiden Prabowo untuk Pembangunan Gerai KDMPS di Gampong Mns Mesjid
- Pemuda dan Tokoh Pemuda menolak pembangunan Gerai KDMPS dilahan atau dilapangan Bola Kaki Pemuda Gampong;
- Pemuda dan Tuha Peut sepakat Pembangunan Gerai KDMPS tidak dilaksanakan atau dibangun dilapangan bola kaki
- Solusi untuk pembangunan Gerai KDMPS agar dicarikan lahan lain yg ada di Gampong Meunasah Mesjid.
Selanjutnya Ridhwan mengatakan bahwa lapangan bola adalah ruang publik yang vital bagi kegiatan olahraga, rekreasi, dan interaksi sosial masyarakat. Kehilangan fasilitas olahraga akan berdampak negatif terhadap generasi muda yang membutuhkan ruang untuk beraktivitas sehat.
Baca Juga
“Kami Pemuda sangat mendukung koperasi Merah Putih, tapi jangan sampai mengorbankan lapangan bola. Olahraga adalah kebutuhan, sama pentingnya dengan ekonomi.”ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama Ketua Tuha Peut Gampong, Rusli AB menyatakan sepakat gerai koperasi merah putih dibangun dan menolak apabila menggunakan lapangan sepakbola. “Kami akan melakukan musyawarah kembali yang akan melibatkan seluruh unsur masyarakat untuk mencari titik pembangunan gerai dan tidak mengganggu fasilitas publik, sehingga koperasi tetap berjalan dan masyarakat tidak kehilangan ruang olahraga,” ujar Rusli AB
Dengan adanya kesimpulan dari musyawarah pemuda yang dihadiri seluruh ketua pemuda dusun, unsur masyarakat pemerhati olahraga, unsur tokoh masyarakat dapat di tindaklanjuti oleh pemerintah desa dan stakeholder lainnya guna tercapai solusi yang adil: koperasi tetap hadir sebagai penggerak ekonomi, sementara lapangan bola tetap terjaga sebagai ruang publik yang vital.
Sementara itu mengutip keterangan tokoh pemuda Agustiar Veron Dek Wan menambahkan, pemuda mendukung program pembangunan asal tidak mengganggu fasilitas publik yang telah digunakan puluhan tahun oleh pemuda dan masyarakat, pemerintah desa harus bersikap tegas untuk hal ini dengan mencari solusi lahan alternatif lain, sehingga ekonomi desa dapat bangkit seiring dengan ruang publik dan fasilitas olahraga yang tidak bisa diabaikan.


