HOMEAcehEnam Jam ke Bener Meriah

    Enam Jam ke Bener Meriah

    Pengguna sepeda motor dari Gunung Salak, Kabupaten Aceh Utara ke Kabupaten Bener Meriah mulai ramai. Sepanjang jalan sudah terlihat mobil box yang menjual aneka minuman kopi dengan ciri khas masing-masing. Meskipun sudah ramai, tetapi rute untuk sampai ke sana tidak mudah. Sepeda motor metix mesti lancar tetapi kelihatan kapayahan menembus jalan terjal, berbatu dan kerikil yang menghiasi badan jalan.

    Bekas longsor, batu besar dari kiri dan kanan jalan menghiasi aliran pinggir sungai. Jalan longsor dan putus di beberapa tempat di lintas Gunung Salak sudah diperbaiki dan bisa dilalui mobil berbadan kecil dan sedang. Lalu, pemandangan menarik di kanan di kiri jalan masih terlihat asri di beberapa tempat. Namun, naluri kemanusiaan mulia menggelitik saat memasuki kecamatan Permata. Rumah dan tempat ibadah sudah tertimbun lumpur. Kemudian diatas batu dan pasir sudah ada tenda warna orange yang bertulisan BNPB.

    Baca Juga:Ini Cerita Tantawi Terobos Takengon, Bener Meriah Pasca Longsor

    Apakah suasana sepi, jawabannya tidak. Aktivitas warga seperti biasa. Anak-anak bermain sambil menikmati jernihnya air sisa banjir sekitar 90 hari lalu. Kemudian di atas badan jalan air dari pegunungan yang jernih melewati badan jalan sehingga sudah mirip air terjun.

    Pantauan media ini mayoritas bangunan yang ada di sepanjang jalan Permatan sampai ke Buntul sudah tertimbun lumpur. Bangunan rusak parah dan tidak bisa ditempati lagi. Keprihatinan sangat terlihat di tempat itu sehingga harus segera ditangani. “Sedih kita lihat kondisi saat ini,” ujar seorang warga Lhoksumawe Qismullah.

    Beberapa jembatan yang putus sudah dibangun jembatan sementara oleh TNI. Sarana itulah yang digunakan warga untuk ke Kabupaten Aceh Utara atau sebaliknya yang mau melanjutkan perjalanan ke Bener Meriah dan Takengon. Perjalanan hanya sampai ke Kecamatan Buntul. Warga harus ambil jalur masuk ke Pondo Baru untuk sampai ke ibukota kabupaten Bener Meriah. Kemudian bagi warga yang ingin ke Lampahan dan tembus ke Kabupaten Bireuen harus menggunakan jalur alternatif karena masih ada longsor badan yang longsor.

    Rombongan pengguna sepeda motor matix dari Lhokseumawe butuh waktu sekitar enam jam pada hari Minggu (25/1/2026) sampai  di Gampong Meuriah Jaya, Kabupaten Bener Meriah. Kecepatan lari sepeda motor 40 kilometer perjam. Berangkat sekitar pukul 07.30 WIB dari Lhokseumawe dan tiba di Lampahan, Kabupaten Bener Meriah sekitar pukul 13.30 WIB.  “Sangat melelahkan,” ujar Roslina.

    Beurita Terkini

    10 Mahasiswa KKN Relawan Di Gunci

    SAWANG|BEURITA.Com — Mahasiswa Universitas Malikussaleh melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja...

    Mahasiswa Unimal KKN Relawan Di Blang Reuling

    SAWANG|BEURITA.Com – Mahasiswa Universitas Malikussaleh Kuliah Kerja Nyata (KKN)...

    Sayuti Abubakar Bangga Pada Kinerja Falak

    LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com–Peran Forum Anak Lhokseumawe Kreatif (Falak) bersama fasilitator mendapat...
    spot_img

    Pengadaan Security System

    Pengadaan CCTV, Videotron, Networking, Audio, Fire Alarm Sofware, Parking Management & Command Center Provinsi Aceh

    Beurita Terkait

    More from categories

    Pendidikan

    Sorotan

    Politik