LHOKSEUMAWE|BEURITA.Com-Jeritan minta tolong menghiasi layar di platform media sosial Whatsapp grup, tik tok dan facebook. Mereka minta bantun untuk mencari posisi saudara mereka yang berada di Kecamatan Sawang, Muara Batu, Langkahan dan kecamatan lain yang dilanda banjir di Aceh Utara. Jeritan yang sama terekam di Lhokseumawe terutama bagaimana kondisi saudara mereka di Desa Cot Trieng, Batuhpat Barat, Blang Naleng Mameh, Batuphat Timu dan gampong lain yang rendam banjir sejak hari Selasa dan Kamis (24-25 November 2025).
Pesan yang disampaikan via grup meneruskan pesan dari orang lain. Malah yang sangat menyayat hati ada pesan dari seorang putri yang terjebak banjir agar diteruskan kepada orang tuanya. “Ma tolong adek, kami terjebak banjir di Lantai 2 Roko,” tulis seorang warga.
Baca Juga:Polisi Evakuasi Warga Terjebak Banjir di Batuphat Barat
Pesan yang disampaikan secara berantai memang sangat efektif. Setidaknya rintihan hati dan harapan supaya ada pertolongan terjawab dengan datangnya bantuan. Teruma mereka yang kos dikawasan Reulet, Tambon, Kecamatan Dewantara bisa diungsikan ke kampus Unimal di Reulet.
Lhokseumawe
Sementara itu hal yang sama terlihat di Kecamatan Muara Satu. Fasilitator Forum Anak Lhokseumawe Kreatif (Falak) Muhammad Haikal Umra mengabarkan bahwa rumah warga di Gampong Batuphat Timu sekitar tempat ia tinggal sudah terendam banjir. Kondisi yang sama menerpa rumah yang ia tempati sehingga akhirnya mengungsi ke Meunasah Dusun A.
Di tempat yang berteduh menghindari banjir ujar Haikal sudah minim logistilk. Mie Instan yang ada hanya cukup untuk pagi Jumat (28/11/2025). Bagaimana dalam dua atau tiga hari kedapan Haikal mengaku masih mencari donator. “Kami mohon bantuan di tempat kami mengungsi di meunasah Dusun A, Batuphat Timu,” ujar Haikal.
Tidak hanya Haikal, seorang warga kelahiran Keude Sawang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara mengaku belum mengetahui kondisi kakak dan abangnya. Nomor telepon genggam yang dihubungi tidak aktif. “Semoga saya bisa segera mengatahui kondisi mereka,” ujar Nurhayati.
Lalu kenapa sangat sulit mendapatkan informasi keberadaan keluarga, jawabannya karena litrik padam dan koneksi signal Hp timbul dan tenggelam. Namun, dibeberapa tempat sejak Kamis (27/11/2025) sudah ada signal Hp.



